SERANG – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 61 Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berhasil menghidupkan kembali Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya Mekar Baru di Desa Mekarbaru, Kabupaten Serang, yang sempat vakum sejak pandemi COVID-19. Program pengabdian masyarakat yang berlangsung selama satu bulan, mulai 7 Juli hingga 6 Agustus 2026, ditutup dengan penyelenggaraan Festival Literasi sebagai puncak kegiatan sekaligus momen perpisahan bersama warga.
KKM 61 Literasi beranggotakan 17 mahasiswa dari berbagai program studi dengan diketuai oleh Riswan Fathurohman. Mereka menjadikan revitalisasi TBM Cahaya Mekar Baru sebagai program unggulan dengan tujuan membangkitkan kembali budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Sebelum direvitalisasi, TBM Cahaya Mekar Baru merupakan salah satu pusat kegiatan membaca yang cukup aktif di Desa Mekarbaru. Namun, aktivitasnya terhenti sejak pandemi dan tidak lagi berjalan secara optimal.
Ketua TBM Cahaya Mekar Baru, Teti Mulyasari, mengatakan menurunnya minat baca masyarakat setelah pandemi menjadi salah satu penyebab utama tidak beroperasinya taman baca tersebut.
«”Perpustakaan Cahaya Mekar Baru sudah tidak beroperasi setelah renovasi saat Covid-19 karena minat baca masyarakat di daerah Mekarbaru mengalami penurunan,” ujarnya.»
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKM Untirta untuk menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga membangun kembali semangat literasi masyarakat.
Selama masa pengabdian, mahasiswa melakukan penataan ulang ruang baca agar lebih nyaman dan menarik, mendata serta menambah koleksi buku, mengadakan kegiatan literasi interaktif seperti membaca bersama, mendongeng, dan permainan edukatif, hingga memberikan sosialisasi kepada para orang tua mengenai pentingnya membiasakan anak membaca sejak usia dini.
Ketua KKM 61 Literasi, Riswan Fathurohman, menegaskan bahwa revitalisasi TBM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara mahasiswa, pengelola TBM, pemerintah desa, dan masyarakat yang bersama-sama mendukung kebangkitan budaya literasi di Desa Mekarbaru.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswa menggelar Festival Literasi di TBM Cahaya Mekar Baru. Festival tersebut menjadi malam puncak yang diisi dengan pameran karya anak-anak binaan TBM, pertunjukan seni, serta pemberian apresiasi kepada warga dan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap keberhasilan program.
Momentum tersebut juga menjadi simbol penyerahan kembali pengelolaan TBM kepada masyarakat agar taman baca dapat terus beroperasi dan berkembang setelah masa KKM berakhir.
Melalui revitalisasi TBM dan penyelenggaraan Festival Literasi, KKM 61 Literasi Untirta berharap TBM Cahaya Mekar Baru kembali menjadi pusat belajar yang aktif, inklusif, dan mampu menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Semangat kolaborasi yang telah terbangun selama satu bulan diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan gerakan literasi di Desa Mekarbaru, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi muda maupun masyarakat secara luas.
Red




Tinggalkan Balasan