KABUPATEN TANGERANG — DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang mendorong para kader untuk aktif memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas demokrasi sekaligus membentuk pemilih muda yang kritis dan bertanggung jawab.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengatakan pendidikan politik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas kader, khususnya agar mampu memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai proses pemilu dan penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Intan dalam kegiatan Pendidikan Politik: Pendekatan Kader pada Pemilih Pemula — Teknik Edukasi dan Pendampingan Pemilu di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang.

Menurut Intan, pendidikan politik tidak boleh hanya muncul ketika momentum pemilu semakin dekat. Edukasi politik harus dilakukan secara berkelanjutan agar pemilih pemula memiliki pemahaman yang cukup sebelum menentukan pilihan.
“Pemilih pemula perlu mendapatkan pemahaman yang utuh agar mampu menentukan pilihan politik berdasarkan informasi dan pertimbangan yang rasional,” ujar Intan, yang juga menjabat Wakil Bupati Tangerang.
Intan menilai kader partai memiliki peran strategis dalam menjembatani partai politik dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Karena itu, pendekatan terhadap pemilih pemula harus dilakukan secara edukatif, bukan sekadar mengajak mereka untuk memilih.
Para pemilih pemula juga perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, mengenali proses pemilu, serta mampu menyaring informasi politik yang diterima sebelum menentukan pilihan.
Intan berharap kader Partai Golkar dapat menjadi penggerak pendidikan politik di tengah masyarakat sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kalau kita ingin demokrasi kita semakin berkualitas, maka pendidikan politiknya juga harus berkualitas,” pungkasnya.

Pada akhirnya, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pemilih yang datang ke TPS, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat memahami hak politiknya. Pemilih pemula harus dibekali pengetahuan, keberanian berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam menentukan pilihan. Pendidikan politik yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi pemilih yang cerdas dan demokrasi yang semakin matang.
Suwidodo




Tinggalkan Balasan