JAKARTA — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Marhasan, Sekretaris DPD FORKABI Jakarta Selatan, saat menyampaikan pandangannya mengenai makna kemerdekaan sekaligus program organisasi dalam momentum peringatan 17 Agustus 2026.
Menurut Marhasan, 81 tahun kemerdekaan Indonesia bukan berarti bangsa ini telah terbebas dari seluruh persoalan. Masih terdapat berbagai kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki secara bersama-sama.
“Walaupun masih ada kelemahan dan kekurangan, justru kewajiban kita untuk memperbaiki. Kalau bukan kita yang memperbaiki, mau siapa lagi?” ujar Marhasan.
Ia menegaskan, FORKABI berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam berbagai persoalan kebangsaan, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Perkuat Budaya dan Kearifan Lokal Betawi
Marhasan menjelaskan, salah satu perhatian FORKABI adalah pengembangan kebudayaan lokal, khususnya kebudayaan Betawi.
Menurutnya, potensi kebudayaan dan kearifan lokal perlu dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya menjadi identitas masyarakat Betawi, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kebudayaan nasional.
“Kami konsen kepada pengembangan kebudayaan lokal, kearifan lokal, dan juga jati diri lokal warga Betawi,” katanya.
Karena itu, FORKABI Jakarta Selatan terus membangun komunikasi dengan berbagai sanggar Betawi yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga, merawat, sekaligus menghidupkan kebudayaan lokal di tengah perkembangan zaman.
Dorong Pengembangan Sumber Daya Manusia
Selain kebudayaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian FORKABI Jakarta Selatan.
Program tersebut antara lain dilakukan melalui komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk melalui Balai Latihan Kerja.
Pelatihan kerja, keterampilan digital, digital marketing, entrepreneurship hingga keterampilan usaha kecil didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Menurut Marhasan, penguatan SDM menjadi penting karena kemerdekaan harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kemampuan masyarakat.
Kegiatan Sosial Terus Dijalankan
Di bidang sosial, FORKABI juga menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan, antara lain program Jumat Berkah, kegiatan sosial menjelang Ramadan, bersih-bersih masjid dan tempat ibadah, buka puasa bersama hingga pemberian santunan kepada anak yatim.
Berbagai kegiatan tersebut, kata Marhasan, merupakan bagian dari upaya agar keberadaan organisasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kita berharap di manapun kita berada, insyaallah bisa bermanfaat buat warga masyarakat yang ada di sekitar kami,” tuturnya.
Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Masyarakat
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian FORKABI.
Marhasan mencontohkan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan sejumlah kader di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
Konsep tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui usaha berbasis franchise dengan melibatkan kader FORKABI sekaligus membuka peluang bagi masyarakat umum.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka lapangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Bukan Siapa Saya, tetapi Apa yang Bisa Saya Perbuat untuk Indonesia”
Memasuki momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Marhasan mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan berbagai lembaga untuk mengedepankan persatuan dan kepentingan bangsa.
Ia berharap perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.
“Jangan lagi kita mengedepankan perbedaan. Jangan lagi mengedepankan siapa saya, tetapi yang paling penting adalah siapa kami dan kami bisa berbuat apa untuk Indonesia,” tegasnya.
Marhasan menilai kemerdekaan bukan sekadar diperingati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan harus diisi dengan kontribusi nyata sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat tema resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Pemerintah menyebut tema tersebut menjadi identitas utama peringatan kemerdekaan tahun ini.
Dengan semangat tersebut, FORKABI Jakarta Selatan menyatakan akan terus mendorong pelestarian budaya Betawi, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, serta berbagai program yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan, merawat kebudayaan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Bukan tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang apa yang dapat diperbuat untuk Indonesia.
(Red)




Tinggalkan Balasan