DEPOK, Kamis 20 Agustus 2006 — Musyawarah Kota (Mukota) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok Tahun 2026 menetapkan Dr. Karlina, MARS sebagai Ketua Kadin Kota Depok masa bakti 2026–2031.
Penetapan berlangsung di Grand Ballroom Hotel Margo City, Jalan Margonda No. 358, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Karlina ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan berdasarkan hasil verifikasi dokumen.
Keputusan tersebut kemudian dituangkan dalam keputusan Mukota VI Kadin Kota Depok Tahun 2026 tentang pengesahan dan penetapan Ketua Kadin Kota Depok masa bakti 2026–2031.
Dalam pidato perdananya, Karlina menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kadin Jawa Barat, panitia, peserta Mukota, anggota luar biasa (ALB), serta Ketua Kadin Kota Depok demisioner H. Miftah Sunandar.
Menurut Karlina, kepemimpinan Kadin Kota Depok merupakan amanah besar karena Depok merupakan salah satu kota penyangga Jakarta dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Kamis (20/8/2026).

“Ini adalah amanah yang penuh tantangan dan amanah yang besar, karena Kota Depok salah satu kota dengan kemajuan yang cukup pesat dan menjadi salah satu kota penyangga,” ujar Karlina.
Bentuk Tim Formatur
Mukota VI juga menetapkan tim formatur yang bertugas membantu ketua terpilih menyusun struktur kepengurusan Kadin Kota Depok periode 2026–2031.
Tim formatur terdiri atas lima orang, yakni Dr. Karlina sebagai ketua formatur, Fajruddin Damanhuri, Wahyu Isnaini, Despandri, dan Devi Firman Hidayat.
Tim tersebut diberi waktu paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan Mukota untuk menyusun Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus Kadin Kota Depok masa bakti 2026–2031.
Karlina menegaskan penyusunan kepengurusan akan mempertimbangkan potensi, kompetensi, kemampuan, dan kemauan anggota untuk berkontribusi bagi kemajuan dunia usaha di Kota Depok.
Fokus Awal: Rangkul Pengusaha dan Permudah Perizinan
Salah satu agenda awal kepengurusan baru adalah memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kota Depok, Forkopimda, serta pelaku usaha besar yang belum bergabung dengan Kadin.
Perusahaan besar maupun BUMN yang beroperasi di Depok juga akan dirangkul agar dapat bersama-sama membangun perekonomian daerah.
“Kami akan silaturahmi ke Forkopimda dan pengusaha-pengusaha besar yang belum bergabung di Kadin. Kami juga akan mengajak mereka menjadi anggota dan bersama-sama membangun perekonomian Kota Depok,” katanya.
Karlina menilai Kadin harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah sehingga perlu mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang dan naik kelas.
Selain penguatan UMKM, persoalan perizinan menjadi salah satu perhatian utama kepengurusan baru. Kadin akan mendorong Pemerintah Kota Depok agar pelayanan perizinan semakin mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi secara digital.
“Yang paling penting adalah memudahkan perizinan. Kami akan mendorong pemerintah memberikan kemudahan perizinan bagi pengusaha,” ujarnya.
Rangkul Berbagai Sektor Usaha
Kadin Kota Depok di bawah kepemimpinan Karlina juga akan memperkuat sinergi dengan berbagai asosiasi dan kelompok usaha yang tergabung sebagai anggota luar biasa.
Sejumlah asosiasi yang telah bergabung antara lain sektor jasa konstruksi, IWAPI, IPEMI, HIPMI, PHRI, serta berbagai kelompok usaha lainnya.
Karlina mengatakan seluruh sektor tersebut akan dirangkul untuk menyusun skala prioritas pembangunan ekonomi Kota Depok.
Potensi ekonomi Depok, kata dia, tidak hanya berada pada sektor konstruksi, tetapi juga pariwisata, perhotelan, kuliner, UMKM, usaha perempuan, dan berbagai sektor jasa lainnya.
Pengusaha Konstruksi Minta Ruang Lebih Besar
Sementara itu, perwakilan asosiasi jasa konstruksi, Indra J.P. Napitupulu dari CV Sayaga Mandra Guna, berharap kepengurusan Kadin yang baru memberikan perhatian lebih besar kepada pelaku usaha jasa konstruksi lokal.
Ia berharap pengusaha jasa konstruksi di Depok memperoleh ruang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan di wilayah sendiri.
Menurut Indra, masih banyak pelaku jasa konstruksi asal Depok yang harus mencari pekerjaan hingga ke luar daerah.
“Kami berharap jasa konstruksi lebih diperhatikan ke depan. Kami ingin diberi ruang untuk mencari kegiatan di Kota Depok, khususnya untuk jasa konstruksi,” ujarnya.
Indra juga mengapresiasi keterlibatan anggota luar biasa dalam Mukota VI Kadin Kota Depok. Menurutnya, pelibatan tersebut menjadi langkah positif agar aspirasi berbagai sektor usaha dapat lebih terakomodasi.
Dengan terpilihnya Dr. Karlina secara aklamasi dan terbentuknya tim formatur, Kadin Kota Depok memasuki babak baru kepengurusan 2026–2031.
Kepengurusan baru diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi pengusaha, tetapi mampu tampil sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Depok dalam membuka peluang investasi, memperkuat UMKM, mendorong kemudahan perizinan, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Red.




Tinggalkan Balasan