PALANGKA RAYA, – Udara Kota Palangka Raya berubah menjadi ancaman. Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan, sementara aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.
Di tengah kondisi itu, Pewarna Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Tengah memilih tidak tinggal diam.
Bukan sekadar menulis berita tentang kabut asap, para wartawan justru turun langsung ke jalan melalui gerakan sosial “WARTAWAN PEDULI”.
Masker dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di Jalan Beliang Ujung, Palangka Raya.

Pesannya tegas: “WASPADA KABUT ASAP!”
Aksi tersebut dipimpin Ketua Pewarna Indonesia PD Kalimantan Tengah Frida Magdalena, bersama Sekretaris Daerah Darity Hildan.
Keduanya turun langsung menemui warga, membagikan masker tipe 4D sesuai standar kesehatan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan dampak kabut asap.
“Kami Pewarna Indonesia Kalteng membagikan masker untuk mengingatkan masyarakat bahaya kabut asap akibat kebakaran lahan,” tegas Frida.
JANGAN ANGKAT BAHU!
Kabut asap bukan hanya membuat pandangan terganggu.
Udara yang tercemar dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Namun di tengah kondisi tersebut, banyak warga tetap harus keluar rumah demi bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itulah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pewarna Indonesia Kalteng ingin memastikan satu hal: masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini.
MUKI DAN ADB IKUT TURUN
Gerakan kepedulian tersebut turut mendapat dukungan Kris Naptali, pemegang mandat Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kalimantan Tengah, dan Megawati, Ketua Umum Aliansi Dayak Bersatu (ADB).
Kris mengingatkan, persoalan kabut asap bukan urusan satu kelompok atau satu lembaga.
Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Ini kepedulian kita akan kondisi kota dimana kita tinggal yang saat ini diselimuti kabut asap. Masyarakat harus waspada bahaya kabut asap yang bisa mengganggu kesehatan pernapasan,” ujar Kris.
Ia mengapresiasi langkah Pewarna Indonesia Kalteng yang turun langsung ke tengah masyarakat.
DARI BERITA MENJADI GERAKAN
Aksi “Wartawan Peduli” bukan sekadar pembagian masker.
Pewarna Indonesia Kalteng menjadikannya sebagai sarana edukasi agar masyarakat semakin sadar terhadap bahaya kabut asap dan pentingnya melindungi diri ketika kualitas udara memburuk.
Sebab, ketika langit mulai kelabu dan udara terasa sesak, pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang harus disalahkan.
Pertanyaannya: siapa yang mau bergerak dan peduli?
Pewarna Indonesia Kalteng memilih bergerak.
Dari jalanan Palangka Raya, para wartawan menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat:
Jangan tunggu korban berjatuhan untuk menyadari bahwa kabut asap adalah persoalan serius.
Jangan tunggu sakit untuk mulai memakai masker.
Dan jangan biarkan masyarakat menghadapi kabut asap sendirian.
OPEN DONASI UNTUK WARGA TERDAMPAK
Pewarna Indonesia Kalteng juga membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas, lembaga maupun pihak lainnya yang ingin ikut membantu melalui Open Donasi.
Bantuan yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
Informasi dan donasi: 0811-4844-678
Gerakan ini akhirnya membawa satu pesan kemanusiaan yang sederhana namun kuat:
WARTAWAN PEDULI.
KARENA MEMBERITAKAN PENDERITAAN RAKYAT SAJA TIDAK CUKUP—KETIKA MASYARAKAT MEMBUTUHKAN, SAATNYA KITA HADIR DAN BERBUAT.
Pewarna Indonesia Kalteng — Menjaga Kesetiakawanan Sosial Melalui Kepedulian.
Sebab ketika asap mulai menyesakkan napas rakyat, yang dipertaruhkan bukan hanya hutan—tetapi kehidupan. Kalimantan membutuhkan tindakan, bukan sekadar perhatian.
Kabut asap bukan sekadar bencana, tetapi ancaman bagi kehidupan. Saatnya semua pihak bertindak nyata sebelum semakin banyak warga menjadi korban.
Red.




Tinggalkan Balasan