Sampah Lombok Timur Capai 580 Ton Sehari, yang Terangkut Baru 101 Ton! Kemendagri Turun Tangan

LOMBOK TIMUR – Gunungan persoalan sampah membayangi Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Setiap hari, daerah dengan penduduk sekitar 1,45 juta jiwa ini diperkirakan menghasilkan 580,5 ton sampah.

Ironisnya, sampah yang berhasil terangkut ke TPA Ijobalit baru sekitar 101 ton per hari. Cakupan pelayanan pengangkutan pun baru mencapai 38,58 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah yang turun langsung melakukan verifikasi lapangan Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) di Kabupaten Lombok Timur.

Verifikasi diawali rapat dan desk di Kantor Bupati Lombok Timur. Kegiatan dipimpin Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Suprayitno, didampingi Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Paudah.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekda, Kepala Bappeda, Plt. Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BKAD, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta sejumlah perangkat daerah terkait turut hadir.

Tim pusat juga melibatkan perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PU dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Setelah rapat, tim langsung menuju TPA Ijobalit untuk melihat calon lokasi pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Sampah 580 Ton, Terangkut Cuma 101 Ton

Suprayitno menegaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi aktual di lapangan, menindaklanjuti hasil verifikasi teknis sekaligus memetakan persoalan yang harus dibereskan sebelum LSDP masuk tahap implementasi.

“Berdasarkan hasil verifikasi, Pemkab Lombok Timur menunjukkan komitmen dan kesiapan yang cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah critical actions yang perlu segera ditindaklanjuti sebelum memasuki tahap implementasi,” ujar Suprayitno dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (30/8/2026).

Ia mengungkapkan, persoalan terbesar berada pada sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah.

Dengan produksi sampah mencapai 580,5 ton per hari, kemampuan pengangkutan ke TPA Ijobalit masih sekitar 101 ton per hari.

“Ini menunjukkan perlunya penguatan sistem pengumpulan dan pengangkutan untuk memastikan ketersediaan input sampah bagi TPST,” jelasnya.

Bank Sampah Banyak, yang Aktif Sedikit

Persoalan tidak hanya terjadi di hilir. Pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat juga masih menghadapi kendala.

Dari 67 bank sampah yang telah terdaftar, baru 21 yang aktif. Sedangkan dari 14 TPS3R, hanya satu yang aktif.

Paudah mengatakan, program LSDP akan diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

“Melalui intervensi LSDP, pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi 50 bank sampah aktif dan 15 TPS3R aktif,” ungkapnya.

TPST Ijobalit Siap, Tapi Kapasitas Harus Diselaraskan

Calon lokasi TPST di kawasan TPA Ijobalit secara prinsip telah memenuhi sebagian besar kriteria kesiapan.

Lokasi berada di atas lahan Pemkab Lombok Timur bersertifikat seluas sekitar 31.187 meter persegi. Akses jalan, listrik dan sumber air juga tersedia.

Lokasi tersebut juga berjarak lebih dari satu kilometer dari permukiman.

Namun, tim masih menemukan persoalan terkait kapasitas pengolahan.

Dokumen pra-readiness mencantumkan kapasitas TPST sebesar 120 ton per hari. Sementara strategi implementasi mengarah pada kebutuhan input sebesar 150 ton per hari.

“Melalui verifikasi lapangan ini, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri memastikan berbagai prasyarat tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terintegrasi,” tegas Paudah.

Bupati: Sampah Harus Jadi Duit

Kabupaten Lombok Timur disebut berada di peringkat pertama dalam proses penilaian penerima Program LSDP.

Bupati H. Haerul Warisin menyambut positif program tersebut dan menyatakan Pemkab Lombok Timur siap memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Ia berharap pengelolaan sampah tidak berhenti pada urusan kebersihan lingkungan.

Sampah, kata Haerul, harus bisa diolah dan dimanfaatkan sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Program LSDP merupakan program yang digagas Kemendagri bersama Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan pendanaan Bank Dunia.

Program ini menitikberatkan pada pembenahan tata kelola persampahan dari hulu hingga hilir.

Kini tantangannya jelas: bagaimana 580,5 ton sampah yang muncul setiap hari tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi berubah menjadi sumber manfaat dan penggerak ekonomi masyarakat Lombok Timur.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994