Jasa Raharja Bekali Warga Tanah Abang dan Petamburan Pelatihan PPGD untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan
JAKARTA — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dampak kecelakaan lalu lintas melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) serta layanan pengobatan gratis bagi warga di wilayah Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar masyarakat dalam memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan tenaga medis. Kegiatan berlangsung di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada (10/9/2026), dan dilanjutkan di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, pada (11/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja Kanwil Utama DKI Jakarta diwakili Idham Dermawan dan Uray Faisal bersama tim pelayanan. Sementara materi PPGD disampaikan tim medis Jasa Raharja yang dipimpin dr. Robi.
Idham menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai golden period atau masa emas dalam penanganan korban kecelakaan. Menurutnya, tindakan yang cepat dan tepat pada fase awal setelah kecelakaan dapat menjadi faktor penting dalam upaya menyelamatkan korban.

Ia juga menyampaikan bahwa angka fatalitas kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Dalam kegiatan tersebut, Idham menyebut rata-rata terdapat tiga orang meninggal dunia setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
“Kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit awal sangat menentukan peluang keselamatan korban,” ujar Idham.
Masyarakat Dibekali Pengetahuan Dasar Pertolongan
Pelatihan PPGD dipandu langsung oleh dr. Robi melalui pemaparan materi dan simulasi praktik. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah awal yang perlu dilakukan ketika menemukan korban kecelakaan.
Langkah pertama adalah memastikan keamanan diri dan lingkungan sekitar sebelum memberikan pertolongan. Hal tersebut penting untuk mencegah penolong maupun korban menghadapi risiko tambahan, terutama ketika kecelakaan terjadi di jalan yang masih dilalui kendaraan.
Selanjutnya, masyarakat diarahkan untuk segera menghubungi tenaga medis atau pihak berwenang agar korban memperoleh penanganan profesional sesegera mungkin.
Peserta juga diajarkan cara memeriksa respons korban dengan memanggil atau memberikan rangsangan ringan berupa tepukan pada bahu untuk mengetahui tingkat kesadarannya.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui simulasi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami penerapannya dalam situasi darurat.
Jasa Raharja menilai peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Masyarakat yang berada di lokasi kejadian sering kali menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan korban sebelum petugas medis tiba.
Pengobatan Gratis untuk Masyarakat
Selain edukasi PPGD, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelayanan kesehatan gratis. Masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai indikasi dan hasil pemeriksaan.
Pelayanan kesehatan ini menjadi bagian dari kepedulian Jasa Raharja terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan pelayanan dengan warga.
Salah seorang warga, Dodi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pengobatan gratis memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sedangkan pelatihan PPGD memberikan pengetahuan yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi kecelakaan.
“Kami sangat berterima kasih. Pengobatan gratis ini sangat membantu keluarga kami, dan pelatihan PPGD ini menjadi bekal penting bagi kami agar tidak salah langkah saat memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan di jalanan,” kata Dodi.
Melalui kegiatan tersebut, Jasa Raharja berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memiliki pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara aman dan tepat.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan korban pada fase awal sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama dalam menekan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Suwidodo/Red.




Tinggalkan Balasan