, ,

Polisi Sambangi Pulau Pari, Warga Diingatkan: Jangan Pertaruhkan Nyawa demi Melaut

Jumat Curhat Jadi Ruang Aspirasi, Polres Kepulauan Seribu Sosialisasikan Layanan 110 dan Tekankan Bahaya Cuaca Buruk di Laut

JAKARTA UTARA, Indonesiasatu928.com — Keselamatan di laut bukan perkara sepele. Bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan dan warga yang setiap hari bergantung pada transportasi laut, perubahan cuaca, angin kencang, hingga gelombang tinggi dapat menjadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan.

Pesan itulah yang disampaikan jajaran Polres Kepulauan Seribu melalui Polsek Kepulauan Seribu Selatan saat menggelar kegiatan Jumat Curhat di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan keamanan lingkungan, tetapi juga dimanfaatkan kepolisian untuk mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut.

Di tengah kehidupan masyarakat kepulauan yang sangat bergantung pada perairan, kewaspadaan menjadi kebutuhan mendasar. Persiapan kapal, kondisi mesin, ketersediaan alat keselamatan, serta informasi cuaca harus diperhatikan sebelum perjalanan dilakukan.

Polisi mengingatkan, keputusan memaksakan diri melaut ketika cuaca tidak mendukung dapat menimbulkan risiko yang membahayakan keselamatan jiwa. Karena itu, warga diminta tidak mengabaikan kondisi perairan hanya demi mengejar aktivitas atau pekerjaan.

Keselamatan Harus Lebih Utama daripada Risiko

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, khususnya bagi warga yang beraktivitas di laut.

“Persiapkan segala sesuatu dengan baik sebelum melaut, terutama alat keselamatan. Jangan mengabaikan kondisi cuaca karena perubahan angin dan gelombang dapat terjadi sewaktu-waktu. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama,” ujar AKBP Argadija Putra.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan perlu dimulai sebelum seseorang meninggalkan daratan. Memastikan kapal dan mesin dalam kondisi baik, menyiapkan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan prakiraan cuaca merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.

Masyarakat juga diminta mempertimbangkan kembali perjalanan apabila kondisi perairan dinilai tidak aman. Jangan sampai keputusan yang terburu-buru justru menempatkan diri sendiri dan orang lain dalam bahaya.

Layanan 110, Jalur Cepat Meminta Bantuan Polisi

Selain mengingatkan keselamatan di laut, jajaran Polsek Kepulauan Seribu Selatan turut menyosialisasikan layanan Polisi 110 kepada masyarakat Pulau Pari.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk meminta bantuan kepolisian maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan petugas.l

Warga dapat menghubungi 110 ketika menemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tindak kejahatan, kecelakaan, atau keadaan darurat yang memerlukan kehadiran polisi.

Kapolres juga mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan kepolisian.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa polisi selalu siap memberikan pelayanan. Layanan Polisi 110 dapat dimanfaatkan kapan saja secara gratis, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor apabila membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Sosialisasi ini diharapkan membuat masyarakat semakin memahami akses untuk menghubungi kepolisian, sekaligus mendorong warga segera melaporkan kejadian agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Polisi Hadir, Warga Ikut Menjaga Lingkungan

Melalui kegiatan Jumat Curhat, Polres Kepulauan Seribu berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, dan persoalan yang berkaitan dengan keamanan.

Namun, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Kepedulian masyarakat, keberanian melaporkan kejadian, serta kesadaran mengutamakan keselamatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Bagi warga Pulau Pari, pesan keselamatan tersebut memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari. Laut menjadi sumber penghidupan sekaligus jalur penghubung antarpulau. Karena itu, setiap perjalanan harus disertai persiapan dan pertimbangan yang matang.

Pada akhirnya, tidak ada pekerjaan atau perjalanan yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat mengabaikan keselamatan. Kewaspadaan sebelum melaut dan keberanian meminta bantuan ketika menghadapi keadaan darurat merupakan langkah sederhana yang dapat membawa dampak besar.

Melalui Jumat Curhat, kepolisian berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat, layanan pengaduan semakin dikenal, dan kesadaran keselamatan di laut terus tumbuh demi melindungi warga serta keluarga yang menanti mereka kembali dengan selamat.

suwidodo/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 6681
  • Pos tanpa judul 6998
  • Pos tanpa judul 4994