Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
JAKARTA, Indonesiasatu928.com — PT Jasa Raharja memperkuat pemberdayaan ekonomi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas melalui program literasi keuangan. Program ini ditujukan untuk membantu keluarga penerima santunan, khususnya perempuan yang kehilangan pasangan, agar mampu mengelola keuangan dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Program yang dilaksanakan pada Semester I 2026 tersebut menjangkau 179 peserta di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat perlindungan bagi ahli waris, tidak hanya melalui pemberian santunan, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa perlindungan kepada masyarakat perlu disertai edukasi yang membantu penerima manfaat mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar ahli waris dapat mengelola dana secara bijak, menyusun perencanaan keuangan, serta mengenali peluang usaha untuk menopang kebutuhan keluarga.
Bekali Peserta dengan Keterampilan Finansial dan Usaha
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai perencanaan keuangan keluarga, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengetahuan tentang Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pemanfaatan layanan pembayaran digital.
Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengatur pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, dan melihat peluang pengembangan usaha sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga.
Berdasarkan evaluasi program yang disampaikan Jasa Raharja, terdapat peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah pelaksanaan. Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap pendapatan dan kemandirian ekonomi peserta masih perlu dilihat melalui pendampingan dan evaluasi lanjutan.
Perluasan Program ke Tiga Wilayah
Jasa Raharja berencana memperluas pelaksanaan program literasi keuangan ke Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perluasan tersebut direncanakan melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dinas terkait, serta mitra UMKM. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses terhadap pendampingan usaha dan memperkuat kemampuan keluarga penerima manfaat dalam mengembangkan sumber penghasilan.
Upaya tersebut menjadi penting karena kehilangan anggota keluarga akibat kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan dampak emosional, tetapi juga berpotensi mengubah kondisi ekonomi rumah tangga, terutama ketika korban merupakan pencari nafkah utama.
Melalui penguatan literasi keuangan dan pengembangan keterampilan usaha, Jasa Raharja berupaya memperluas pendekatan perlindungan kepada ahli waris. Keberlanjutan program akan bergantung pada konsistensi pendampingan, akses terhadap peluang usaha, serta kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, literasi keuangan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi menjadi salah satu langkah untuk membantu keluarga ahli waris membangun ketahanan ekonomi dan masa depan yang lebih mandiri.
Suwidodo/Red





Tinggalkan Balasan