Bojonegoro, Senin (12/1/2026) — Inovasi usaha ternak kambing Etawa terus berkembang di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya dilakukan oleh Harimarita (46), warga setempat yang secara mandiri mengelola peternakan kambing Etawa dengan metode sederhana namun efektif.
Harimarita—yang akrab disapa Pak Heri Cong—menjalankan usaha ternaknya tanpa bantuan pekerja. Seluruh proses perawatan, pemberian pakan, hingga kebersihan kandang dikerjakan sendiri. Saat ini, ia memelihara 17 ekor kambing Etawa, terdiri dari 16 ekor betina dan 1 ekor jantan.
Dalam hal pakan, Pak Heri menerapkan pola unik. Kambing-kambingnya tidak pernah diberi minum secara khusus, melainkan hanya diberi pakan berupa campuran hijauan dan ampas tahu. Menurutnya, kandungan air dari pakan tersebut sudah mencukupi kebutuhan cairan ternak.
Kesehatan kandang menjadi perhatian utama. Setiap hari kandang dibersihkan dan dijaga agar tetap kering. Selain itu, seminggu sekali seluruh ternak dikeluarkan dari kandang untuk dilakukan pembersihan menyeluruh, sehingga kandang tetap higienis dan tidak lembap.
Untuk menjaga daya tahan tubuh ternak, Pak Heri rutin memberikan vitamin B kompleks satu minggu sekali. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kesehatan kambing dan mendukung produktivitasnya.
Dari sisi reproduksi, kambing Etawa yang dipelihara Pak Heri tergolong produktif. Masa kebuntingan rata-rata berlangsung sekitar 150 hari, dan dalam satu kali kelahiran biasanya menghasilkan dua ekor anak. Nilai jual anak kambing usia dua bulan mencapai Rp1.800.000 per ekor.
Meski sudah memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, Pak Heri belum berniat menjual ternaknya dalam waktu dekat. Ia menargetkan jumlah ternak mencapai 50 ekor terlebih dahulu sebelum mulai menjual secara lebih luas.
“Kalau sudah 50 ekor, baru saya fokuskan untuk penjualan. Sekarang masih tahap pengembangan,” ujar Pak Heri.
Usaha ternak kambing Etawa ini menjadi contoh inovasi ekonomi desa yang berbasis kemandirian, ketekunan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Pemerintah desa setempat pun berharap model usaha seperti ini dapat menginspirasi warga lain untuk mengembangkan potensi ekonomi di Desa Sambeng.
Red





Tinggalkan Balasan