IKPPI–Pupuk Kaltim Gelar Gema Pemuda 2026: Dari Semangat Kongres Pemuda ke Gerakan Karya Nyata

 

JAKARTA, IndonesiaSatu928.com – Menjelang 100 tahun Kongres Pemuda Pertama 1926, semangat persatuan generasi muda kembali digaungkan melalui Gema Pemuda 2026: Bersatu, Berkarya, Berdaya Upaya untuk Negeri di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 30 Mei–1 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan melalui karya, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan sosial.

Acara yang diinisiasi Ikatan Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) bersama sekitar 60 organisasi perempuan ini mendapat dukungan sponsor dari Pupuk Kaltim dan ditargetkan dihadiri lebih dari 5.000 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Selama tiga hari, peserta memperoleh akses dialog langsung dengan 12 kementerian, pelatihan keterampilan, hingga edukasi kewirausahaan dan ketahanan keluarga.

Ketua IKPPI, Sinda, menegaskan bahwa Gema Pemuda 2026 bukan sekadar seremoni, tetapi ruang kaderisasi nyata bagi generasi muda agar siap menjadi pemimpin bangsa.

“Kami ingin pemuda bukan hanya hadir menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan. Bahkan panitia kami sebagian besar anak SMA dan mahasiswa di bawah usia 21 tahun. Mereka belajar memimpin kegiatan nasional, membangun jaringan, dan menghadapi tantangan nyata,” ujar Sinda, Sabtu (30/5).

Menurutnya, keterlibatan 12 kementerian dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi konkret negara dengan generasi muda. Pendampingan diberikan mulai dari bidang ketahanan pangan, pertanian, kehutanan, UMKM, ekonomi kreatif, sosial, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), hingga Kantor Komunikasi Presiden.

“Pendampingan ini gratis. Tujuannya agar generasi muda tidak kehilangan arah, tetapi memiliki bekal keterampilan dan keberanian membangun masa depan,” katanya.

Menghidupkan Spirit Kongres Pemuda 1926

Momentum Gema Pemuda 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Penasehat panitia, Utje Gustaf, menilai peringatan ini penting untuk mengingat kembali sejarah Kongres Pemuda Pertama 1926 yang sering terlupakan di tengah popularitas Sumpah Pemuda 1928.

“Kita sering berbicara tentang Sumpah Pemuda 1928, tetapi lupa bahwa persatuan itu dibangun sejak Kongres Pemuda Pertama tahun 1926. Di tengah keterbatasan dan penjajahan, para pemuda mampu menyatukan visi kebangsaan. Itu semangat yang perlu diwariskan hari ini,” ujar Utje.

Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan kebangkitan semangat persatuan yang diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan derasnya perubahan digital.

Tiga Hari, Tiga Misi Besar

Gema Pemuda 2026 dikemas dalam tiga fokus utama: budaya, ekonomi kerakyatan, dan persatuan bangsa.

Hari pertama menghadirkan parade pencak silat Nusantara, pertunjukan seni budaya kekinian, fashion show batik dan tenun, hingga mentoring dari BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikasi konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Hari kedua difokuskan pada penguatan UMKM dan ketahanan pangan keluarga melalui parade budaya daerah, bazar kuliner Nusantara, serta forum diskusi kelompok (FGD) dengan 12 kementerian terkait strategi pemasaran digital, peluang ekspor, dan pengembangan usaha rakyat.

Selain itu, peserta mendapatkan edukasi pengelolaan ekonomi rumah tangga, termasuk strategi penghematan kebutuhan keluarga hingga Rp1,5 juta per bulan.

Sementara puncak acara pada 1 Juni diisi dengan pertunjukan pencak silat daerah, Pawai Obor Nasional “Satu Obor, Satu Tekad” bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta workshop produk kreatif berbahan ramah lingkungan.

Bagi penyelenggara, Gema Pemuda 2026 adalah ajakan agar generasi muda tidak terjebak dalam polarisasi dan dinamika negatif, melainkan bergerak dalam karya nyata untuk Indonesia.

“Kami ingin pemuda bersatu bukan hanya di jalan, tetapi dalam karya. Diskusi santai, biaya murah, hasil maksimal. Indonesia ke depan membutuhkan anak-anak muda yang bergerak dan berdaya,” tutup Sinda.

(Red/IS928)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815