JAKARTA — Semangat pengabdian dan kebersamaan para purnabakti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga meskipun masa tugas formal telah berakhir. Hal itu terlihat dalam kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Persatuan Pensiunan Pegawai dan Pejabat Pemerintah (P5) DKI Jakarta yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Minggu, (31/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan tersebut dihadiri sekitar 300 pengurus dan anggota P5DKI dari berbagai wilayah kota administrasi serta unsur unit-unit Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain mantan pejabat eselon II, kegiatan itu juga dihadiri sejumlah mantan pejabat eselon I, memperlihatkan eratnya hubungan antar-purnabakti pemerintahan.
Silaturahmi ini menjadi ruang temu kembali para mantan pejabat dan pegawai pemerintah yang pernah bersama-sama menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota. Mereka yang dahulu aktif sebagai pengambil kebijakan dan pelaksana birokrasi kini berkumpul dalam suasana hangat sebagai keluarga besar yang tetap menjaga hubungan baik di masa purnatugas.

P5DKI: Wadah Besar Persatuan Pensiunan
P5DKI Jakarta merupakan organisasi yang menghimpun berbagai organisasi pensiunan pegawai dan pejabat pemerintah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Organisasi ini menjadi ruang komunikasi, persaudaraan, serta penguatan kesejahteraan para pensiunan.
Pada sektor kesehatan, organisasi tersebut berhimpun dalam wadah P5DKI Unikes, yang saat ini dipimpin oleh Dr. Indriati. Keberadaan P5DKI Unikes menjadi salah satu penggerak penting dalam membangun solidaritas sekaligus pelayanan kesehatan bagi para pensiunan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Umum P5DKI Jakarta, Dr. Syahrul Effendi, M.Si, Penasehat P5DKI Jakarta Dr. Margani M. Mustar, M.Kes, mantan Wali Kota Jakarta Pusat Petra Lumbun, Prof. Sylvi selaku penasehat, serta Ketua BKD DKI Jakarta Ibu Premi.

Sementara dari unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hadir Dr. Sigit Wiyatmoko yang mewakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ketataprajaan, sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap kontribusi para purnabakti yang telah mengabdikan diri membangun Jakarta.
Ketua Umum Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Kesehatan
Dalam sambutannya, Ketua Umum P5DKI Jakarta Dr. Syahrul Effendi, M.Si menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seseorang, melainkan fase baru untuk tetap memberi manfaat bagi masyarakat melalui pengalaman, keteladanan, dan semangat kebersamaan.
Syahrul yang juga dikenal sebagai mantan Deputi Gubernur DKI Jakarta, mantan Wali Kota Jakarta Selatan, serta mantan Kepala Kesbang Provinsi DKI Jakarta, mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.
Menurut dia, para pensiunan memiliki modal pengalaman besar yang tetap dapat menjadi kontribusi moral bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru pada fase ini kita tetap dapat memberikan inspirasi, menjaga persaudaraan, dan memperkuat semangat kebersamaan,” ujarnya.
P5DKI Dorong Kepemilikan Kartu Anggota untuk Pelayanan Kesehatan
Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga menegaskan pentingnya kepemilikan Kartu Anggota P5DKI sebagai sarana untuk memperoleh kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi para anggota.
Menurutnya, melalui berbagai kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) yang telah dibangun dengan sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta berbagai mitra pelayanan kesehatan, anggota P5DKI dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan lebih baik.
“Segera miliki dan gunakan kartu anggota P5DKI. Dengan kartu ini, anggota mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit yang telah bekerja sama dengan P5DKI,” kata Syahrul.
Ia menjelaskan bahwa manfaat kartu P5DKI tidak hanya berlaku untuk kebutuhan pengobatan ringan, tetapi juga dapat membantu anggota yang membutuhkan penanganan medis serius dengan biaya tinggi.
Sebagai contoh, ia menyebut tindakan pemasangan ring jantung yang secara mandiri membutuhkan biaya sangat besar. Namun melalui dukungan program serta jaringan kerja sama yang dimiliki P5DKI, anggota dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang sangat membantu.
“Di rumah sakit lain biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun dengan dukungan program dan kerja sama yang dimiliki P5DKI, anggota memperoleh kemudahan akses pelayanan kesehatan yang sangat membantu,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, serta berbagai pihak yang telah mendukung program pelayanan kesehatan bagi anggota P5DKI.
Menurut Syahrul, kartu P5DKI bukan hanya simbol keanggotaan organisasi, tetapi juga menjadi instrumen penting perlindungan sosial dan kesehatan bagi para pensiunan.
“Kartu P5DKI bukan sekadar kartu anggota, tetapi menjadi akses penting bagi anggota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan lebih baik melalui jaringan rumah sakit dan mitra kesehatan yang telah bekerja sama dengan P5DKI,” tegasnya.
Pengajian, Shalawat, dan Alat Musik Tradisional Meriahkan Acara
Selain diisi dengan sambutan dan silaturahmi, kegiatan juga berlangsung dalam suasana religius dan penuh hiburan budaya.
Group Shalawat P5DKIJ Unikes tampil membawakan lantunan shalawat dan Asmaul Husna yang disambut antusias peserta. Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religius sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperkuat spiritualitas di masa pensiun.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Grup P5 Jakarta Timur yang menyajikan pertunjukan musik tradisional penuh semangat. Alunan angklung yang dimainkan para anggota mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari peserta yang memenuhi aula.
Kebersamaan para purnabakti terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak peserta memanfaatkan momen itu untuk mengenang masa pengabdian mereka di pemerintahan, bertukar cerita, serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Semangat Kekeluargaan yang Terus Terjaga
Dalam kesempatan terpisah, keluarga besar P5DKI Jakarta juga menyampaikan doa dan ucapan syukur atas ulang tahun ke-76 Bapak Murdiman, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan). Perayaan tersebut tidak berlangsung bersamaan dengan kegiatan pengajian, melainkan di waktu dan tempat yang berbeda, namun tetap menjadi bagian dari semangat kekeluargaan yang terus dijaga di lingkungan P5DKI.
Silaturahmi P5DKI Jakarta membuktikan bahwa berakhirnya masa jabatan formal tidak memutus semangat kebersamaan dan pengabdian. Justru di masa pensiun, para mantan pejabat dan pegawai pemerintah menemukan ruang baru untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, serta mempererat nilai spiritual dan sosial.
Usia boleh bertambah, jabatan boleh berganti, namun persaudaraan dan pengabdian tetap hidup sepanjang masa.
Berawal dari masa-masa pengabdian di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mereka pernah berdiri pada ruang dan tanggung jawab yang sama—mengelola pemerintahan, melayani masyarakat, mengambil keputusan, hingga menghadapi berbagai dinamika pembangunan Ibu Kota. Ada yang pernah menjabat sebagai pejabat eselon I, eselon II, kepala dinas, wali kota, hingga pimpinan unit kerja. Bertahun-tahun mereka bekerja, berjuang, dan mengabdi dengan satu tujuan: membangun Jakarta yang lebih baik.
Waktu kemudian berjalan. Masa jabatan berakhir, tugas negara selesai, dan usia pun terus bertambah. Mereka yang dahulu sibuk di ruang rapat dan meja birokrasi, kini hadir sebagai kakek dan nenek yang menikmati masa purnabakti. Namun satu hal yang tidak berubah: ikatan persaudaraan yang telah tumbuh selama puluhan tahun pengabdian.

Melalui Silaturahmi dan Pengajian P5DKI Jakarta, kenangan itu kembali dirangkai. Mereka berkumpul bukan lagi karena jabatan atau kewenangan, melainkan karena rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian yang tetap hidup. Ada tawa saat mengenang masa lalu, ada doa yang dipanjatkan bersama, ada pula semangat untuk terus menjaga kesehatan dan saling menguatkan di usia senja.
P5DKI hadir bukan sekadar organisasi pensiunan, tetapi menjadi rumah besar tempat para purnabakti tetap merasa memiliki keluarga, sahabat seperjuangan, dan ruang untuk terus berbagi manfaat. Melalui berbagai program, termasuk pelayanan kesehatan dan penguatan spiritualitas, P5DKI berupaya memastikan bahwa masa pensiun dijalani dengan bermartabat, sehat, dan penuh kebersamaan.
Dari awal pengabdian hingga memasuki masa purnatugas, perjalanan hidup para anggota P5DKI menunjukkan satu pelajaran penting: jabatan dapat berakhir, tetapi nilai pengabdian, persahabatan, dan semangat melayani tidak pernah pensiun. Sebab pada akhirnya, yang paling dikenang bukanlah kursi jabatan yang pernah diduduki, melainkan jejak kebaikan, persaudaraan, dan manfaat yang ditinggalkan bagi sesama.
(Suwidodo)



Tinggalkan Balasan