Silaturahmi Purnabakti, P5 DKI Jakarta Rawat Ikatan dan Pengabdian di Masa Pensiun

JAKARTA, — Waktu boleh berlalu, jabatan boleh berganti, namun tali persaudaraan tetap terjaga. Semangat itu tampak dalam kegiatan silaturahmi dan pengajian yang digelar Persatuan Pensiunan Pegawai dan Pejabat Pemerintah (P5) DKI Jakarta di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, yang dihadiri sekitar 300 pengurus dan anggota dari berbagai wilayah kota serta unit satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Kegiatan ini menjadi ruang temu kembali bagi para mantan pejabat dan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pernah bersama mengemban tugas pelayanan publik. Banyak di antara mereka dahulu merupakan pejabat eselon II dan kini memasuki usia lanjut sebagai kakek dan nenek, namun tetap menjaga hubungan yang terjalin selama masa pengabdian.

Momentum kebersamaan itu terasa semakin hangat karena salah seorang anggota juga merayakan ulang tahun ke-76. Pertemuan tersebut pun menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi, melainkan ruang berbagi cerita, pengalaman hidup, sekaligus mempererat persaudaraan di masa purnatugas.

P5 DKI Jakarta merupakan organisasi yang menghimpun berbagai organisasi pensiunan di lingkungan pemerintahan daerah. Pada sektor kesehatan, organisasi itu berhimpun dalam wadah P5DKI Unikes yang diketuai oleh Dr. Indriati.

Dalam sambutannya, Ketua Umum P5 DKI Jakarta, Dr. Syahrul Effendi, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kesehatan di masa pensiun. Menurut dia, masa purnabakti bukan akhir dari kontribusi seseorang kepada masyarakat, melainkan fase baru untuk tetap hadir memberi teladan melalui pengalaman dan kebijaksanaan.

Sementara itu, Penasehat P5 DKI Jakarta, Dr. Margani M. Mustar, M.Kes, mengajak para anggota untuk terus menjaga silaturahmi dan memperkuat nilai spiritualitas sebagai bekal menjalani masa pensiun dengan sehat dan bermakna.

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan religius. Kelompok shalawat P5DKIJ Unikes tampil melantunkan shalawat dan Asmaul Husna yang menambah kekhidmatan pengajian. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sejumlah tokoh purnabakti dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain mantan Wali Kota Jakarta Pusat, Petra Lumbun, Penasehat Prof. Sylvi, serta Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Di tengah perubahan zaman dan berakhirnya masa jabatan formal, pertemuan semacam ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang pensiun. Ikatan yang dibangun selama puluhan tahun bekerja justru menjadi modal sosial untuk terus menjaga kebersamaan dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.

“Pensiun bukan berhenti berkarya, melainkan kesempatan untuk terus merawat persaudaraan dan menebar manfaat,” demikian semangat yang terasa dalam pertemuan para purnabakti DKI Jakarta itu.

Silaturahmi dan pengajian P5 DKI Jakarta bukan sekadar pertemuan para purnabakti, tetapi menjadi ruang untuk merawat kenangan pengabdian, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan semangat kebersamaan di masa pensiun. Di usia yang tidak lagi muda, para mantan pegawai dan pejabat pemerintah ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti saat masa tugas berakhir. Melalui kebersamaan, doa, dan semangat saling mendukung, mereka terus menjadi teladan bahwa persaudaraan yang dibangun selama puluhan tahun akan tetap hidup dan bermakna sepanjang hayat.

(Suwidodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815