,

HUT Ke-12 GGP Ecclesia Christi, Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th.: Gereja Harus Tetap Setia pada Amanat Agung di Tengah Perubahan Zaman

JAKARTA – Semangat penginjilan dan pemuridan menjadi pesan utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Ecclesia Christi yang digelar di Jalan Kramat Soka No. 4, Senen, Jakarta Pusat. Mengangkat tema “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku” (Matius 28:19), ibadah syukur tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan gereja sekaligus peneguhan komitmen untuk terus melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus,Minggu (2/8/2026) pukul 09.00 wib

 

Ratusan jemaat memadati ruang ibadah sejak pagi hari. Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan tampak mewarnai rangkaian ibadah yang diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan doa syafaat, persembahan syukur, serta pemberitaan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th.

Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Jason Balompapueng mengingatkan bahwa gereja bukan sekadar institusi keagamaan ataupun bangunan fisik, melainkan persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil Allah untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Mengacu pada Matius 16:18, ia menegaskan bahwa Yesus sendiri yang mendirikan gereja-Nya.

“Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Menurutnya, batu karang yang dimaksud bukanlah kekuatan manusia, melainkan pengakuan iman bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Karena itu, gereja akan tetap berdiri kokoh selama berpegang teguh kepada Kristus sebagai fondasi utama.

“Gereja tidak dibangun oleh kehebatan manusia, melainkan oleh kehendak Allah. Selama Kristus menjadi dasar pelayanan, gereja akan tetap berdiri menghadapi setiap tantangan zaman,” pesannya di hadapan jemaat.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan tidak boleh membuat gereja kehilangan arah. Menurutnya, metode pelayanan dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman, tetapi kebenaran firman Tuhan tidak boleh berubah.

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Jason Balompapueng menekankan bahwa gereja dipanggil menjadi gereja yang bermisi. Kehadiran gereja harus membawa pengharapan, damai sejahtera, serta menjadi jawaban atas pergumulan masyarakat melalui pelayanan yang nyata.

Pada bagian berikutnya, ia mengajak jemaat merenungkan percakapan Yesus dengan Petrus dalam Yohanes 21:17.

“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?… Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Menurutnya, pertanyaan Yesus tersebut bukan sekadar menguji perasaan Petrus, melainkan menguji komitmen dan kesetiaan seorang murid.

“Kasih kepada Kristus harus menjadi kasih yang paling utama. Bukan hanya diucapkan melalui bibir, tetapi diwujudkan dalam kesetiaan melayani, menggembalakan, menginjili, dan mengasihi sesama,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap pelayan Tuhan dipanggil untuk melayani dengan hati seorang gembala, yang rela berkorban demi pertumbuhan rohani umat. Gereja, lanjutnya, harus menjadi rumah bagi setiap orang yang mencari pengharapan dan keselamatan di dalam Kristus.

Dalam bagian penutup khotbahnya, Pdt. Dr. Jason Balompapueng menyampaikan bahwa berdirinya sebuah gereja tidak semata-mata dimulai dari pembangunan fisik atau organisasi, melainkan berawal dari perjanjian pribadi dengan Allah yang dihidupi secara setia oleh gembala sidang bersama keluarga hamba Tuhan.

Menurutnya, komitmen rohani tersebut menjadi fondasi pelayanan yang terus dijaga melalui doa, kesetiaan, pengorbanan, dan ketaatan kepada panggilan Tuhan. Dari fondasi itulah gereja dapat bertumbuh menjadi persekutuan yang sehat, kuat, dan berdampak bagi masyarakat.

Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus menopang pelayanan gembala sidang dan keluarga hamba Tuhan melalui doa dan kebersamaan, sehingga pelayanan gereja dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak jiwa bagi Kristus.

Perayaan HUT ke-12 GGP Ecclesia Christi juga menjadi momentum memperbarui tekad seluruh jemaat agar semakin aktif dalam penginjilan, pemuridan, pelayanan sosial, serta menjadi terang dan garam di tengah masyarakat.

Sejalan dengan tema “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku”, seluruh jemaat diajak untuk tidak berhenti pada kehidupan bergereja semata, melainkan menjadi saksi Kristus dalam keluarga, lingkungan kerja, dunia pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Memasuki usia pelayanan ke-12 tahun, GGP Ecclesia Christi berharap dapat terus bertumbuh sebagai gereja yang berlandaskan firman Tuhan, memelihara kesatuan tubuh Kristus, membangun generasi yang takut akan Tuhan, dan menghadirkan kasih Allah bagi semua orang.

Keterangan Foto: Suasana perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Ecclesia Christi di Jalan Kramat Soka No. 4, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026). Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th. dengan tema “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku” (Matius 28:19), mengajak jemaat tetap setia kepada Kristus, melaksanakan Amanat Agung, dan menghadirkan kasih Tuhan melalui pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 3815