JAKARTA — PS Daud Tonny kembali menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan teknologi dan tantangan dunia digital di masa depan. Dalam khotbahnya, ia menyoroti tahun 2032 sebagai momentum yang menurutnya akan ditandai dengan kemunculan teknologi komputer kuantum.
PS Daud Tonny mengatakan, gambaran mengenai perkembangan teknologi tersebut telah ia lihat dalam pengalaman rohaninya pada 1996, atau sekitar tiga dekade lalu.
“Di situ saya melihat. Jadi saudara semua, jemaat harus persiapkan semuanya,” ujar PS Daud Tonny dalam penyampaiannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kesiapan masyarakat, termasuk memahami perubahan besar yang dapat terjadi dalam dunia digital.
Ia kemudian mengajak jemaat melihat perkembangan teknologi sejak tahun 2000, khususnya mengenai aktivitas para peretas atau hacker di berbagai negara, termasuk Indonesia.
PS Daud Tonny menyebut adanya perkembangan kelompok yang berkaitan dengan cyber army dan peperangan siber. Menurut dia, aktivitas tersebut mencakup upaya meretas sistem, menyebarkan virus komputer, membuat program berbahaya, mengubah data hingga mengambil alih sistem.
Dalam pandangannya, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga akan semakin berkaitan dengan dunia keamanan siber.
“AI mempelajari cara hacker bekerja,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan untuk mempelajari berbagai pola kerja dalam aktivitas siber, termasuk cara menyerang sistem, menyebarkan virus, meretas, mengubah data, menciptakan data hingga mengambil alih sistem.
Dari perkembangan tersebut, PS Daud Tonny kemudian menyampaikan istilah “AI hacker”, yakni gambaran mengenai kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan melakukan aktivitas peretasan secara semakin canggih.
“Dan muncullah satu AI yang terkuat, yang nantinya ada yang disebut AI hacker,” ujarnya.
PS Daud Tonny juga menyampaikan bahwa perkembangan tersebut menurut pandangannya telah memasuki tahap pengujian dan perlu menjadi perhatian masyarakat.
Ia mengingatkan jemaat agar tidak hanya melihat perkembangan AI sebagai kemajuan teknologi, tetapi juga memahami potensi risiko yang dapat muncul apabila teknologi tersebut digunakan untuk kepentingan kejahatan siber.
Catatan: Pernyataan mengenai apa yang akan terjadi pada 2032 dan pengalaman melihat perkembangan tersebut sejak 1996 merupakan kesaksian dan pandangan pribadi PS Daud Tonny. Istilah “AI hacker” dalam berita ini digunakan sebagaimana disampaikan narasumber dan tidak dimaksudkan sebagai prediksi ilmiah yang telah terbukti.
Sumber: Kanal YouTube Terang Kemuliaan
Red.




Tinggalkan Balasan