,

Kantor DPP GRIB Jaya Terbakar Dini Hari, Diduga Korsleting Charger HP

JAKARTA – Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Jalan Manunggal V, RT 02/RW 03, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, terbakar pada Senin (31/8/2026) dini hari.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut diduga dipicu korsleting listrik dari perangkat pengisi daya telepon seluler atau charger HP. Percikan api kemudian menyambar sejumlah material yang mudah terbakar di dalam salah satu ruangan kantor.

Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan dugaan awal kebakaran berasal dari charger HP yang terhubung dengan terminal listrik dan diletakkan di atas kulkas.

“Mengenai kebakaran itu, tadi saya sudah memberikan penjelasan, itu korslet dari charger handphone dengan terminalnya,” kata Wilson saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).

Menurut Wilson, percikan api akibat korsleting kemudian menyambar gorden yang berada di sekitar lokasi awal kebakaran. Api selanjutnya merambat ke material lain yang mudah terbakar.

“Yang berasal dari perangkat pengisi daya ponsel (charger HP) yang diletakkan di atas kulkas,” ujarnya.

Wilson menjelaskan, api kemudian membakar tirai atau gorden, wallpaper dinding, sofa hingga bagian plafon ruangan.

“Percikan api akibat korsleting tersebut menyambar tirai (gorden) serta wallpaper dinding, kemudian merembet ke area sofa hingga menjalar ke bagian plafon ruangan,” katanya.

Meski sempat membakar sejumlah bagian ruangan, api tidak sampai merambat ke ruangan lain maupun bangunan di sekitar kantor DPP GRIB Jaya.

Respons cepat petugas pemadam kebakaran membuat kobaran api dapat segera dikendalikan. Berdasarkan laporan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, petugas menerima informasi kebakaran sekitar pukul 02.49 WIB.

Keterangan foto: Petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan kebakaran di Kantor DPP GRIB Jaya, Jalan Manunggal V, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Senin (31/8/2026) dini hari.

Kasie Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan laporan awal diterima petugas melalui sambungan telepon.

“Objek yang terbakar Posko GRIB,” kata Kahfi berdasarkan laporan yang diterima petugas.

Setelah menerima laporan, petugas mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan sekitar 40 personel ke lokasi.

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 02.57 WIB. Petugas kemudian berhasil memadamkan api seluruhnya pada pukul 03.28 WIB.

Setelah proses pemadaman selesai, situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

Wilson memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden di posko/kantor ini. Penanganan telah tuntas pada pukul 03.28 WIB dan situasi saat ini sudah sepenuhnya kondusif,” tuturnya.

Polisi: Dugaan Awal Korsleting, Labfor Masih Periksa

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi juga menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik.

“Iya korsleting (listrik),” kata Nasriadi.

Nasriadi mengatakan pemeriksaan awal di lokasi menemukan indikasi korsleting listrik di salah satu ruangan kantor. Dugaan tersebut juga diperkuat dengan kondisi saat kejadian, yakni tidak terdapat orang yang masuk ke dalam ruangan ketika kebakaran berlangsung.

Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab kebakaran secara definitif. Dugaan korsleting masih merupakan hasil pemeriksaan awal.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api sekaligus penyebab pasti kebakaran.

Nasriadi juga membantah adanya dugaan pelemparan bom molotov ataupun tindakan sengaja lainnya untuk membakar kantor tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada bom molotov, tidak ada insiden atau apa, betul-betul itu dari korslet listrik,” tegasnya.

Pemeriksaan Labfor diperlukan untuk memastikan apakah dugaan korsleting tersebut memang menjadi sumber utama munculnya api.

GRIB Jaya Kumpulkan Bukti Terkait Kericuhan 27 Agustus

Di tengah penanganan pascakebakaran, DPP GRIB Jaya juga tengah mengumpulkan sejumlah bukti terkait informasi yang beredar mengenai keterlibatan organisasinya dalam kericuhan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Kuasa Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan pihaknya melakukan penelusuran terhadap berbagai informasi yang beredar, khususnya di media sosial.

Wilson mengatakan GRIB Jaya tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum apabila hasil penelusuran menemukan adanya unsur pelanggaran.

“Iya, kami dari mulai hari Sabtu sudah mulai melakukan tracking segala macam. Mana yang kami harus lakukan upaya hukum, itu kami sekarang lagi mengumpulkan dokumen. Kalau memang unsurnya masuk, kami membuat laporan polisi,” kata Wilson.

Menurut Wilson, terdapat sejumlah pemberitaan dan unggahan media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Seperti itu, karena antara berita yang dinaikkan dengan faktanya tidak sesuai. Kebanyakan mereka membuat framing dan menjatuhkan kredibilitas daripada GRIB,” ujarnya.

Wilson menegaskan, GRIB Jaya hadir dalam situasi malam 27 Agustus bukan untuk memusuhi masyarakat maupun kelompok pengemudi ojek online (ojol).

“Kami hadir di situ bukan memusuhi masyarakat atau ada lagi bilang memusuhi ojol, itu sama sekali tidak,” tuturnya.

Bantah Keterlibatan dalam Kematian di Pejompongan

Wilson juga merespons informasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kematian Bambang Setiyawan (60), yang disebut meninggal setelah mengalami dugaan penganiayaan dalam kericuhan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026).

Wilson membantah keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam peristiwa tersebut.

Dia mengatakan massa GRIB Jaya yang turun pada malam 27 Agustus tidak sampai ke wilayah Pejompongan.

“Bahwa antara kematian dengan lokasi yang Ketua Umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua Umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama,” kata Wilson.

“Mereka tidak bisa jebol sampai ke sana. Oleh karenanya kematian itu dikait-kaitkan dengan GRIB itu sangat salah, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” sambungnya.

Wilson juga membantah bahwa orang yang terlihat dalam sebuah video viral saat melakukan penganiayaan merupakan anggota GRIB Jaya.

Dia meminta masyarakat melihat kembali rekaman video tersebut dan memperhatikan identitas anggota GRIB Jaya yang berada di lapangan.

Menurut Wilson, anggota GRIB Jaya yang turun ke jalan menggunakan tanda berupa ikat kepala berwarna putih.

“Lalu ada juga yang katanya dipukul dan lainnya, itu juga berbeda. Karena kalau kita lihat, orang-orang kita yang boleh dibilang GRIB itu kan sudah ada tanda. Semua orang tahu ada video, ada ikat kepala putih. Nah, itu pasti tandanya kepala putih,” tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Kantor DPP GRIB Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik. Polisi memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap sumber api secara objektif.

Sementara itu, kondisi kantor pascakebakaran telah dinyatakan aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994