,

BNNP Jabar Gunakan Seni Tradisional untuk Kampanye Antinarkoba, 16 Finalis Lolos

BANDUNG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggunakan pendekatan seni dan budaya tradisional untuk memperkuat pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Pasanggiri Agung Ngawih Sinom bertajuk “Narkoba Musuh Bangsa”. Ajang ini menjadi bagian dari implementasi dan internalisasi program nasional Ananda Bersinar kepada anak-anak dan remaja di Jawa Barat.

Tahap pendaftaran dan registrasi peserta berlangsung selama 21 hari, mulai 10 hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 180 peserta tercatat mengikuti perlombaan tersebut.

Para peserta membawakan nembang tradisional berbahasa Sunda dengan mengusung pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Mereka memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat.

Karya wajib dalam perlombaan tersebut berjudul “Narkoba Musuh Bangsa” dan merupakan ciptaan Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si.

BNNP Jawa Barat saat ini tengah mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya tersebut. Rencananya, karya itu akan diserahkan kepada Kepala BNN RI sebagai bagian dari program Ananda Bersinar.

Selain itu, karya tersebut akan diintegrasikan dengan materi Inovasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) dan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk menjadi salah satu materi muatan lokal.

Libatkan akademisi seni

Untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan profesional, BNNP Jawa Barat melibatkan akademisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), termasuk dekan dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan.

Proses penjurian dilaksanakan pada 2 September 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas penampilan serta kesesuaian karya dengan ketentuan perlombaan.

Dari proses tersebut, dewan juri menetapkan delapan peserta terbaik dari masing-masing kategori, yakni kategori umum dan pelajar. Dengan demikian, terdapat 16 finalis yang berhak melaju ke tahap berikutnya.

Para finalis dinilai mampu menyampaikan pesan moral kampanye antinarkotika melalui seni ngawih Sunda.

Puncak perlombaan sekaligus penentuan juara dan perebutan Piala Gubernur Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026 di Gedung Pertunjukan Kesenian, Jalan Naripan-Braga, Kecamatan Sumur, Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui pemanfaatan seni tradisional, BNNP Jawa Barat berharap pesan “Narkoba Musuh Bangsa” tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat dipahami dan ditanamkan kepada generasi muda melalui medium budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pelatihan Hukum dan Kerja Sama BNN Ditutup, Peserta Didorong Tingkatkan Kinerja

JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN) menutup Pelatihan Peningkatan Pemahaman Hukum dan Kerja Sama di Lingkungan Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN, Kamis (3/9/2026).

Pelatihan yang digelar secara virtual sejak 31 Agustus hingga 3 September 2026 tersebut bertujuan memperkuat kompetensi personel dalam mendukung pelaksanaan tugas di bidang hukum dan kerja sama.

Kepala PPSDM BNN Caca Syahroni mengatakan, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Kompetensi yang diperoleh harus dapat diterapkan dan memberikan dampak terhadap kualitas pekerjaan di masing-masing unit.

foto: Kepala PPSDM BNN Caca Syahroni memberikan arahan kepada peserta saat penutupan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Hukum dan Kerja Sama di Lingkungan Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN, Kamis (3/9/2026).

“Pembelajaran yang telah diperoleh kami harapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas atau kinerja di unit kerja masing-masing,” kata Caca saat menutup pelatihan.

Menurut Caca, peningkatan kompetensi diperlukan agar personel mampu menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan secara profesional.

Kemampuan yang diperkuat melalui pelatihan antara lain menganalisis persoalan, menyusun dokumen hukum dan kerja sama, memberikan dukungan hukum, serta membangun hubungan kerja sama yang tepat, akuntabel, dan kredibel.

Selain kemampuan teknis, peserta juga didorong memiliki pola pikir adaptif, kritis, dan kolaboratif. Hal tersebut dinilai penting untuk menghadapi dinamika pekerjaan dan tantangan dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

PPSDM BNN berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat memperkuat fungsi hukum dan kerja sama di lingkungan BNN.

Dengan kompetensi yang terus dikembangkan, personel diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap pelaksanaan tugas dan program P4GN.

Suwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994