
indonesiasatu928 – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M5,7 terjadi di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Kamis, (24/7). Pusat gempa dilaporkan berada di daratan pada koordinat 2,01° LS dan 120,78° BT, dengan kedalaman 10 km. Gempa yang tergolong dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso, dan memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Hasil analisis BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 20.40 WIB, BMKG telah mencatat adanya 11 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar M5,5 dan terkecil M2,4. Demikian siaran pers dari BNPB yang diterima Indonesiasatu928.com.
Masyarakat yang berada di wilayah sekitar pusat gempa merasakan guncangan yang cukup kuat sehingga menimbulkan kepanikan di beberapa titik, termasuk di RSUD Poso dan RS Sinar Kasih Tentena. Di kedua Rumah Sakit tersebut, pasien dan keluarga yang menunggui pasien sempat dievakuasi keluar dari gedung. Getaran gempa dapat dirasakan di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Pamona Tenggara, Pamona Selatan, Pamona Barat, Pamona Puselemba, dan Pamona Timur. Masyarakat banyak yang memilih bertahan di luar rumah untuk menghindari risiko gempa susulan.
Menurut BNPB, tercatat satu rumah roboh di sekitar pusat gempa, dan tiga lainnya mengalami rusak ringan, masing-masing di Desa Tokilo dan Tindoli (Kecamatan Pamona Tenggara), serta Desa Pendolo (Kecamatan Pamona Selatan). Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun proses pendataan masih berlangsung. Pelaporan mengalami ketersendatan akibat adanya pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi di beberapa wilayah. Di sisi lain
BPBD Kabupaten Poso telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi-lokasi terdampak, terutama di sekitar Danau Poso, yang berada dekat episentrum gempa, sebagai langkah respons cepat. Tim ini selanjutnya akan melakukan asesmen awal, memerifikasi dampak kerusakan, dan mengumpulkan data di lapangan
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang namun waspada. Masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

Situasi terkini akibat gempa tektonik yang terjadi di Poso. Satu rumah roboh dan tiga lainnya mengalami rusak ringan.
Warga juga diimbau untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural akibat gempa, sampai bangunan tersebut dinyatakan aman oleh petugas berwenang. Apabila terjadi gempa susulan, masyarakat diminta segera menjauh dari struktur tinggi, seperti tembok, tiang, dan bangunan tua yang rawan runtuh. Dalam kondisi listrik padam, warga diharapkan menggunakan alat penerangan dan komunikasi secara bijak, dan memprioritaskan informasi penting dan darurat.
Penulis: Donny bsg
Editor: Pinancius Limbong





Tinggalkan Balasan