Wisuda STT IKAT 2026: Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Berbasis Iman

JAKARTA, – Sekolah Tinggi Teologi IKAT (STT IKAT) menggelar wisuda Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Forum Teknologi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026). Mengusung tema “Sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu” (2 Petrus 1:5), acara berlangsung khidmat dan dihadiri civitas akademika, keluarga wisudawan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Momentum wisuda kali ini tidak hanya menjadi ajang seremoni akademik, tetapi juga penegasan panggilan pelayanan dan kepemimpinan berbasis iman di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Tekankan Integritas, Bukan Sekadar Gelar

Sambutan Ketua Umum Panitia Wisuda, Christiany Eugenia Paruntu, dibacakan oleh Ketua Panitia, Abdon Amatiran, karena yang bersangkutan berhalangan hadir akibat tugas kedinasan.

Dalam sambutannya, Christiany menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar perayaan keberhasilan akademik, melainkan bentuk kepercayaan institusi dan masyarakat kepada para lulusan.

“Para wisudawan telah diperlengkapi bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara karakter dan spiritual. Dunia membutuhkan pemimpin yang bukan hanya cerdas berpikir, tetapi teguh dalam iman dan berani hidup dalam kebenaran,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Rektor STT IKAT, Jimmy MR. Lumintang, menambahkan bahwa iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus terus ditumbuhkan melalui proses belajar, kedewasaan berpikir, dan konsistensi dalam tanggung jawab.

“Sungguh berusaha menambahkan kepada iman kita bukan soal angka atau gelar semata, tetapi tentang integritas. Wisudawan diharapkan membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Menurut Lumintang, tantangan zaman menuntut pemimpin yang mampu mengintegrasikan iman dan ilmu, bukan memisahkannya.

Orasi Ilmiah: Integritas Fondasi Kepemimpinan

Orasi ilmiah disampaikan oleh Yasonna H. Laoly. Dalam paparannya, ia mengajak para lulusan untuk menghidupi ilmu yang diperoleh secara nyata di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama kepemimpinan, terutama dalam konteks pelayanan publik dan kehidupan profesional. Tanpa integritas, menurutnya, ilmu dan jabatan kehilangan makna.

“Bangsa ini membutuhkan pribadi-pribadi yang konsisten antara perkataan dan perbuatan. Integritas adalah modal utama membangun kepercayaan,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Lulusan Sarjana hingga Doktoral

Wisuda STT IKAT tahun ini meluluskan mahasiswa dari program sarjana, magister, hingga doktoral. Pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan wisudawan dipimpin oleh Donna Sampaleng, selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STT IKAT.

Prosesi berlangsung tertib, diawali dengan pengalungan samir, penyerahan ijazah, serta doa pemberkatan bagi para lulusan. Suasana haru terlihat dari para keluarga yang hadir menyaksikan pencapaian putra-putri mereka.

Anugerah Doktor Kehormatan

Dalam kesempatan tersebut, STT IKAT juga menganugerahkan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) konsentrasi Ministry kepada Anton Piga atas pengabdiannya sebagai pendeta selama hampir 36 tahun serta kiprahnya sebagai Ketua PGI Wilayah.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada Sri Yuniarti, Erasmus Joseph Papilaya, dan Marthen Su atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat, berdasarkan rekomendasi lembaga yang menaungi masing-masing.

Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas karya nyata yang berdampak luas, sekaligus inspirasi bagi para lulusan untuk terus berkarya dan melayani.

Momentum Reflektif

Acara wisuda STT IKAT 2026 bukan hanya menjadi penutup perjalanan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab baru. Tema yang diangkat menegaskan bahwa iman harus terus ditumbuhkan melalui kesungguhan, ketekunan, dan integritas.

Di tengah tantangan zaman yang sarat dengan perubahan nilai dan tekanan pragmatisme, STT IKAT menegaskan komitmennya untuk melahirkan pemimpin dan pelayan yang mampu menjadi terang dan garam bagi gereja, masyarakat, serta bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s