JAKARTA,— Penginjil EV. Daud Tony menegaskan bahwa puncak dari pencarian spiritual manusia bukan terletak pada kemampuan supranatural atau tingkatan ilmu tertentu, melainkan pada relasi yang hidup bersama Tuhan, Rabu (22/4/2026)
Pesan tersebut disampaikan dalam sebuah tayangan yang diunggah melalui platform YouTube dan beredar luas di kalangan masyarakat. Dalam penyampaiannya, Daud Tony mengawali dengan pernyataan reflektif bahwa kekuatan terbesar manusia sesungguhnya terletak pada hati.

“Senjata yang terhebat bukan ada di tanganmu dan juga bukan ada di badanmu, tetapi ada di hatimu,” ujarnya.
Ia menyoroti kecenderungan sebagian kalangan yang memahami “ilmu tertinggi” sebagai pencapaian melalui praktik-praktik spiritual tertentu, seperti bertapa atau mengasingkan diri dalam waktu lama. Menurutnya, pandangan tersebut perlu diluruskan, khususnya dalam perspektif iman Kristen.

Dalam ajaran Kekristenan, kata dia, jalan menuju kebenaran tidak ditentukan oleh tingkatan ilmu atau pengalaman supranatural, melainkan oleh anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus.
“Ilmu tertinggi adalah saat kita bersama Tuhan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Tuhan dalam kehidupan orang percaya dimungkinkan melalui karya Roh Kudus, yang memampukan manusia mengalami relasi yang dekat dengan Sang Pencipta tanpa harus melalui tahapan-tahapan mistik yang kompleks.
Lebih lanjut, Daud Tony mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan fenomena supranatural sebagai tolok ukur utama dalam menilai kedewasaan rohani. Menurut dia, ukuran sejati terletak pada perubahan hidup, kasih, dan ketaatan pada kebenaran.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari warganet yang menilai pendekatan yang disampaikan sederhana, namun relevan dengan kondisi kehidupan modern yang penuh tantangan.
Di tengah beragam praktik dan pemahaman spiritual yang berkembang, pernyataan ini menjadi pengingat bahwa esensi kehidupan rohani bukanlah pencapaian tingkat tertentu, melainkan hubungan yang nyata dan berkelanjutan dengan Tuhan.
(Suwidodo)





Tinggalkan Balasan