JAKARTA, Indonesiasatu928— Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Jakarta berlangsung aman. Aksi yang dipusatkan di sejumlah titik, seperti Monumen Nasional, kawasan Gedung DPR/MPR RI, serta Kantor Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, berjalan kondusif hingga malam hari, pada Jumat (1/5/2026).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif.

“Secara umum kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Kami mengapresiasi para buruh yang menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat malam.
Selain menjaga ketertiban, aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi aksi guna meminimalkan gangguan mobilitas warga.
Dalam kesempatan tersebut, Budi menyebutkan bahwa perwakilan buruh telah diterima oleh pimpinan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Namun, di tengah jalannya aksi, polisi menemukan indikasi adanya pihak yang diduga berupaya memanfaatkan situasi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan bahwa aparat melakukan langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
“Ditemukan indikasi adanya kelompok yang diduga hendak menyusup ke dalam massa aksi,” kata Iman.

Polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan potensi kericuhan, antara lain botol, bahan bakar, paku, serta alat komunikasi. Sejumlah orang juga dimintai keterangan untuk pendalaman lebih lanjut.
Menurut Iman, pihak-pihak tersebut bukan bagian dari buruh yang menyampaikan aspirasi, melainkan diduga memanfaatkan momentum aksi.
Hingga saat ini, situasi di seluruh titik kegiatan terpantau kondusif. Aparat memastikan pengamanan dilakukan secara profesional serta tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Jakarta mencerminkan bahwa ruang demokrasi tetap dapat berjalan seiring dengan terjaganya ketertiban umum. Aspirasi buruh yang disampaikan secara damai menjadi bagian penting dalam proses pembangunan, sementara aparat berkewajiban memastikan keamanan tanpa mengurangi hak berekspresi. Ke depan, sinergi antara pekerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan diharapkan terus terjaga agar setiap tuntutan dapat ditindaklanjuti secara konstruktif dan berkelanjutan.
(Suwidodo)



Tinggalkan Balasan