JAKARTA, Indonesiasatu928 – Di saat banyak orang mengejar kenyamanan, Bhikkhu Dhammashubo Mahathera justru memilih jalan panjang pengabdian. Sejak Mei hingga Juli, langkahnya terus menyusuri Nusantara. Dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Sulawesi Selatan, perjalanan ditempuh melalui darat, laut, dan udara. Hingga kini, perjalanan itu pun belum usai.

Bagi Bhikkhu Dhammashubo Mahathera, Indonesia bukan sekadar wilayah yang dilewati, melainkan rumah besar yang harus terus dirawat dengan cinta, kebajikan, dan persaudaraan. Semakin jauh perjalanan ditempuh, semakin dalam pula rasa cintanya kepada negeri ini.
Setiap jejak kaki menjadi doa. Setiap pertemuan menjadi ruang untuk menyalakan harapan. Setiap perjalanan menjadi pengingat bahwa Indonesia akan tetap kokoh apabila warganya saling menjaga, saling menghormati, dan terus menebarkan kebaikan.

Sejak langkah pertama hingga tujuan akhir, tekadnya tidak pernah berubah: demi Indonesia. Bukan demi pujian, bukan demi popularitas, melainkan demi menghadirkan kedamaian dan menanamkan nilai-nilai kebajikan di tengah keberagaman Nusantara.

Masa lalu telah menjadi sejarah. Hari esok masih menjadi rahasia. Yang dimiliki hanyalah hari ini—kesempatan untuk berbuat baik, melayani sesama, dan menguatkan persatuan bangsa.
Di tengah perjalanan panjang itu, Bhikkhu Dhammashubo Mahathera menyampaikan pesan yang menyentuh hati:

“Biarlah usia terus berkurang, tetapi kebajikan harus terus bertambah. Selama langkah masih mampu menapaki bumi Nusantara, cinta kepada Indonesia akan terus diwujudkan dalam tindakan nyata.”
Di negeri yang berdiri di atas ribuan pulau, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa mencintai Indonesia bukan hanya diucapkan dalam kata-kata, melainkan dibuktikan dengan pengabdian, ketulusan, dan pengorbanan. Sebab, Indonesia yang kuat lahir dari hati-hati yang terus menumbuhkan kebajikan untuk sesama.
Perjalanan Bhikkhu Dhammashubo Mahathera masih terus berlanjut, melintasi darat, laut, dan udara, menjangkau berbagai penjuru Nusantara dengan satu tujuan yang tidak pernah berubah: menebarkan kebajikan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan cinta kepada Indonesia.

Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, setiap langkah menjadi pengingat bahwa persatuan dibangun melalui ketulusan, kepedulian, dan pengabdian kepada sesama. Apa yang telah dilalui menjadi bagian dari sejarah, sementara hari esok masih menyimpan harapan. Namun hari ini adalah kesempatan untuk terus berbuat baik dan menghadirkan manfaat bagi bangsa.
Seperti pesan yang selalu dipegang Bhikkhu Dhammashubo Mahathera, “Biarlah usia terus berkurang, tetapi kebajikan harus terus bertambah.” Sebab, Indonesia yang kuat, damai, dan bermartabat akan lahir dari hati yang tulus, langkah yang nyata, serta semangat pengabdian yang tidak pernah berhenti demi Nusantara yang dicintai bersama.
Perjalanan Bhikkhu Dhammashubo Mahathera masih akan berlanjut, menembus batas pulau, budaya, dan perbedaan, membawa pesan kebajikan, persatuan, serta cinta kepada Tanah Air. Di tengah derasnya perubahan zaman, langkah pengabdian ini menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia tidak selalu dimulai dari hal-hal besar, tetapi dari ketulusan hati untuk terus berbuat baik. Sebab, ketika usia terus berkurang, kebajikanlah yang seharusnya semakin bertambah, demi Indonesia yang damai, rukun, dan bermartabat.
Red



Tinggalkan Balasan