, , ,

Diduga Insiden Air Lindi di Bantargebang Jadi Pengingat Perbaikan Tata Kelola Pengangkutan Sampah

BEKASI – Viral peristiwa sejumlah pengendara sepeda motor yang terjatuh di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, Sejumlah pemotor terjatuh di Jalan Siliwangi Pangkalan 5, Bantargebang, Kota Bekasi. Peristiwa itu diduga terjadi akibat jalan linci karena tetesan air lindi dikenal sebagai leachate dari truk sampah yang melintas menuju ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi jalan yang licin setelah hujan, ditambah tetesan air lindi dari truk pengangkut sampah yang melintas di lokasi, kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, pada Rabu (5/8/2026)

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, menjelaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan jalan menjadi licin akibat campuran air hujan dan air lindi.

“Bahwa setelah adanya hujan dan tetesan air lindi dari mobil truk sampah yang melintas di sekitar lokasi, sehingga menyebabkan jalan menjadi licin,” kata Gefri saat dikonfirmasi.

Merujuk pemberitaan Detik.com, petugas kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan penanganan dengan membersihkan badan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi terhadap tata kelola pengangkutan sampah, khususnya armada yang beroperasi di jalan umum. Penerapan standar sanitasi dan keselamatan perlu diperketat agar air lindi tidak menetes ke badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mencemari lingkungan.

Kendaraan pengangkut sampah diharapkan memenuhi standar operasional, seperti menggunakan bak yang kedap air, dilengkapi penutup yang memadai, serta menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan tidak terjadi kebocoran selama perjalanan. Selain meningkatkan keselamatan berlalu lintas, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah daerah bersama pengelola persampahan diharapkan memperkuat pengawasan terhadap armada pengangkut sampah serta memastikan seluruh kendaraan memenuhi kaidah sanitasi dan keselamatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tata kelola pengangkutan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan. Evaluasi menyeluruh terhadap standar sanitasi armada, pengawasan operasional, serta kepatuhan terhadap prosedur pengangkutan diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Suwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994