JAKARTA — Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) PD DKI Jakarta menggelar Seminar Capacity Building pada Senin, 10 Agustus 2026, di GSPDI Beleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam membangun karakter, integritas, kompetensi, talenta, serta kapasitas anggota PEWARNA Indonesia.
Seminar yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Dr. Harmoni Ezra sebagai narasumber dengan bidang bahasan karakter dan integritas, sementara kegiatan dipandu oleh Antonius Natan sebagai host.

Kegiatan Capacity Building ini tidak hanya diarahkan sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi dan mengenali potensi diri. Peserta diajak memahami bahwa seorang profesional, termasuk jurnalis, tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi harus memiliki karakter kuat, integritas, tanggung jawab, serta komitmen terhadap kebenaran.
Dalam pemaparannya, Dr. Harmoni Ezra menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan secara unik. Setiap orang memiliki pola pikir, pola rasa, pola bicara, dan pola tindakan yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan apabila dikenali dan dikembangkan secara tepat.
Menurutnya, talenta merupakan gift atau kemampuan yang perlu dikenali sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk memberikan kontribusi.
“Setiap kita memiliki sesuatu yang Tuhan tanamkan dalam diri kita. Talenta dan kemampuan itu bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk melakukan pekerjaan baik,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam seminar.
Mengenali Talenta untuk Menjadi Problem Solver
Peserta juga diajak memahami bahwa dunia membutuhkan orang-orang yang tidak hanya mampu menemukan masalah, tetapi juga mampu menjadi problem solver atau pemecah masalah.

Baik dalam keluarga, pekerjaan, organisasi maupun kehidupan sosial, persoalan selalu ada. Karena itu, kemampuan membaca situasi, menganalisis masalah, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta bekerja sama menjadi bagian penting dari pengembangan kapasitas seseorang.
Pemahaman tersebut dikaitkan dengan Efesus 2:10, yang mengingatkan bahwa manusia adalah buatan Allah dan diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah.
Pesan tersebut menjadi dasar bahwa setiap kemampuan dan talenta yang dimiliki seseorang hendaknya diarahkan kepada sesuatu yang membangun dan memberikan manfaat bagi sesama.
Assessment untuk Mengenali Potensi Diri
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan tools assessment untuk membantu mengenali talenta, karakter, kekuatan, serta kecenderungan masing-masing individu.
Peserta diarahkan mengakses DYVN.me dan menggunakan voucher PEWARNA2026. Assessment tersebut diharapkan membantu peserta mendapatkan gambaran mengenai potensi dan pola kekuatan dirinya.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai kecenderungan karakter yang digambarkan melalui warna, seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Setiap orang dapat memiliki kombinasi warna yang berbeda dengan tingkat dominasi yang berbeda pula.
Perbedaan tersebut bukan untuk menentukan siapa yang paling baik, melainkan untuk memahami bagaimana seseorang berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang dengan kecenderungan tertentu mungkin lebih cepat mengambil keputusan dan menggerakkan orang lain. Sementara yang lain bisa lebih kuat dalam analisis, ketelitian, membangun hubungan, komunikasi, maupun menjaga keharmonisan.
Karena itu, pemahaman terhadap karakter menjadi penting dalam sebuah organisasi. Perbedaan karakter yang tidak dipahami dapat menjadi sumber konflik, tetapi perbedaan yang dikelola dengan baik justru menjadi kekuatan tim.
Karakter dan Integritas Menjadi Dasar
Seminar juga menekankan bahwa talenta tanpa karakter dapat kehilangan arah, sedangkan kompetensi tanpa integritas dapat kehilangan kepercayaan.
Integritas berarti adanya keselarasan antara apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan. Seorang jurnalis, menurut semangat kegiatan ini, dituntut bukan hanya mampu menghasilkan berita, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada publik.
Hal ini menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence (AI). Peserta diingatkan mengenai tantangan banjir informasi, deepfake, konten manipulatif, serta berita yang sengaja dibuat sensasional demi mendapatkan perhatian publik.
Di tengah kondisi tersebut, jurnalis dan pekerja media dituntut semakin kritis dalam memilah informasi, memeriksa sumber, dan menjunjung tinggi kebenaran.
“Attention is money,” menjadi gambaran bagaimana perhatian publik dapat menjadi komoditas di era digital. Namun bagi insan pers, mengejar perhatian tidak boleh mengorbankan kebenaran dan integritas.
Karena itu, karakter dan integritas menjadi fondasi penting dalam membangun jurnalis yang profesional dan berdampak.
Membangun Legacy
Seminar Capacity Building juga mengajak peserta melihat kehidupan bukan hanya dari apa yang diperoleh hari ini, tetapi dari legacy atau warisan nilai dan karya yang akan ditinggalkan.
Setiap orang pada akhirnya akan meninggalkan dunia ini. Karena itu, pertanyaan penting yang perlu direnungkan adalah:
“Kita ingin dikenang sebagai siapa?”
Apakah sebagai orang yang hanya mengejar kepentingan pribadi, atau sebagai pribadi yang pernah memberikan manfaat bagi keluarga, organisasi, gereja, masyarakat dan bangsa?
Semangat tersebut sejalan dengan upaya PEWARNA Indonesia PD DKI Jakarta dalam membangun kader yang tidak hanya memiliki kapasitas jurnalistik, tetapi juga mempunyai karakter, integritas dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Melalui Seminar Capacity Building ini, peserta diharapkan semakin mampu mengenali dirinya, mengembangkan talenta, memperkuat karakter, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menjadi solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan ini menegaskan bahwa talenta adalah pemberian, kompetensi perlu dikembangkan, tetapi karakter dan integritas menentukan bagaimana semuanya digunakan.
“Talenta membuat kita mampu melakukan sesuatu, tetapi karakter dan integritas menentukan bagaimana kita menggunakan kemampuan tersebut.”
Semangat itulah yang diharapkan menjadi bekal bagi keluarga besar PEWARNA Indonesia PD DKI Jakarta untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berintegritas, mencerdaskan, membangun, dan berdampak bagi bangsa Indonesia.
Red




Tinggalkan Balasan