DEPOK, Indonesiasatu928 –Dunia entertainment ternyata tidak sekadar soal tampil di depan kamera. Industri kreatif memiliki beragam peluang yang dapat menjadi pilihan karier bagi generasi muda.
Hal tersebut diperkenalkan Nisero Production kepada para siswa SMPN 31 Depok melalui kegiatan edukasi mengenai perkembangan dunia entertainment, perfilman, media sosial, serta peluang karier di industri kreatif.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan talenta muda yang telah berkecimpung di dunia entertainment. Perwakilan Nisero Production, Ivan Nisero Makawangkel, berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara positif.
Ivan yang mengaku telah lama berkecimpung di dunia entertainment juga menceritakan berbagai aktivitas Nisero Production, termasuk keterlibatan dalam produksi film layar lebar dan berbagai iklan.
Menurut Ivan, kehadiran praktisi di lingkungan sekolah penting untuk membuka wawasan siswa bahwa industri entertainment memiliki banyak bidang pekerjaan.
“Dunia entertainment bukan sekadar tampil di depan kamera. Ada banyak bidang yang bisa menjadi pilihan karier bagi anak-anak muda,” ujar Ivan.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk ikut membangun Kota Depok melalui pengembangan ekonomi kreatif.
“Saya ingin ikut membangun Depok agar semakin kreatif, ekonomi kreatifnya juga bisa semakin berjalan dan berkembang. Karena itu kami mencoba memperkenalkan para praktisi dan talenta muda kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Dukungan Orang Tua Jadi Kunci
Dalam kegiatan tersebut, pentingnya peran orang tua dalam mendukung minat dan bakat anak juga menjadi perhatian.
Talenta muda Farell Akbar turut membagikan pengalaman perjalanan dirinya hingga terjun ke dunia entertainment. Menurut Farell, dukungan kedua orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kariernya.
Farell mengaku sejak kecil memiliki rasa penasaran terhadap dunia televisi, perfilman hingga entertainment. Rasa penasaran tersebut kemudian mendapat dukungan dan bimbingan dari kedua orang tuanya.
“Kalau tidak ada dukungan dari kedua orang tua terhadap kegiatan yang saya lakukan, kemungkinan saya tidak akan bisa berdiri di sini,” kata Farell.
Menurutnya, perubahan zaman yang berlangsung cepat membuat anak-anak harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hampir setiap hari generasi muda bersentuhan dengan perangkat digital dan berbagai platform media sosial.
Karena itu, apabila anak memiliki ketertarikan terhadap dunia entertainment, orang tua diharapkan tidak langsung melarang. Sebaliknya, minat tersebut perlu didampingi dan diarahkan agar berkembang secara positif tanpa mengesampingkan pendidikan.
Entertainment dan Pendidikan Harus Berjalan Bersama
Sementara itu, talenta muda Shaquila Keisha menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan dunia entertainment.
Perempuan berusia 19 tahun tersebut mengaku telah menyukai dunia akting sejak duduk di bangku sekolah dasar. Di tengah aktivitas entertainment, Shaquila tetap melanjutkan pendidikan dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa LSPR jurusan Public Relations melalui sistem pembelajaran online.
Menurutnya, sistem tersebut membantu dirinya membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas syuting.
Sejak kecil, Shaquila juga aktif mengeksplorasi berbagai kemampuan, mulai dari menari, olahraga pencak silat hingga bernyanyi. Ketertarikannya terhadap dunia entertainment semakin berkembang setelah memperoleh kesempatan mengenal proses syuting dan berbagai karakter dalam dunia perfilman.
“Seiring berkembangnya waktu saya selalu merasa punya pemikiran bahwa saya bisa menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda,” tuturnya.
Shaquila juga pernah mengikuti kompetisi ajang talenta pada 2022 dan kembali berkompetisi pada 2023. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Kehadiran para praktisi dan talenta muda tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada siswa SMPN 31 Depok untuk berani menggali potensi diri, tetap mengutamakan pendidikan, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia digital tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, membangun kreativitas, dan membuka peluang masa depan.
Menariknya, setelah pemaparan materi selesai, sejumlah wali murid turut mendatangi para praktisi dan talenta muda yang hadir. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya ketertarikan untuk mengembangkan bakat anak di bidang entertainment.
Dari lingkungan sekolah, peluang untuk melahirkan talenta-talenta baru pun terbuka. Dengan pendampingan orang tua, pendidikan yang tetap menjadi prioritas, serta arahan dari para praktisi, potensi generasi muda Depok di bidang industri kreatif diharapkan semakin berkembang.
Red.




Tinggalkan Balasan