, , ,

PEMKRIS Resmi Dilantik dan Dideklarasikan, Pengawas Sampaikan Satukan Pemimpin dan Tokoh Kristen untuk Kontribusi Kebangsaan

JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) resmi dilantik dan dideklarasikan di Gd Kenanga kawasan Jalan Kwini, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta pada Kamis, (20/8/2026), pukul 19.00 WIB

Pelantikan dan deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi berkumpulnya para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang untuk membangun kebersamaan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kontribusi umat Kristen bagi bangsa dan negara.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, purnawirawan TNI-Polri, politisi, akademisi, pendeta, praktisi hukum, serta berbagai elemen umat Kristen. Sejumlah tokoh senior juga dipercaya mengambil bagian sebagai pembina, pengawas, dan pengurus dalam organisasi tersebut.

Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebangsaan. Para tokoh yang hadir menyampaikan dukungan agar PEMKRIS dapat menjadi wadah bersama yang mampu menjembatani berbagai latar belakang dan kepentingan umat Kristen tanpa kehilangan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangkaian acara tersebut, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP PEMKRIS.

Ronny Sompie merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri dan tokoh nasional putra daerah Sulawesi Utara. Lahir pada 17 September 1961, ia memiliki pengalaman panjang dalam institusi kepolisian maupun pemerintahan.

Dalam kariernya di Polri, Ronny pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolda Bali dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri. Setelah itu, ia melakukan alih status dari anggota Polri menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada 10 Agustus 2015, Ronny dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, dan mengemban jabatan tersebut hingga 29 Januari 2020. Setelah menyelesaikan pengabdiannya di pemerintahan, ia tetap aktif dalam kegiatan profesional, termasuk sebagai praktisi hukum serta dalam bidang komunikasi publik dan siniar atau podcast.

Ronny: PEMKRIS Bukan Organisasi Politik

Dalam sambutannya sebagai Ketua Dewan Pengawas, Ronny Sompie menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya tidak berencana menjadi bagian dari kepengurusan organisasi. Dirinya hanya ingin memberikan dukungan sebagai anggota.

Namun, setelah melihat gagasan dan semangat yang dibangun PEMKRIS, Ronny akhirnya bersedia menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Menurut Ronny, PEMKRIS harus menjadi organisasi yang tidak berorientasi pada politik praktis dan bukan pula bagian dari organisasi gereja tertentu.

“Bagaimana kita membentuk sebuah organisasi yang tidak berbau politik, tapi juga tidak merupakan bagian dari sebuah gereja, dan memang berpikir untuk memajukan anak bangsa,” ujar Ronny.

Ia menegaskan bahwa perjuangan PEMKRIS tidak hanya ditujukan bagi warga Kristen. Organisasi tersebut harus mampu memberikan kontribusi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Karena itu, menurut Ronny, semangat utama yang harus dibangun adalah merangkul berbagai pihak dan memperkuat kebersamaan.

“Mari kita rangkul semua pihak. Masih banyak yang mungkin hatinya ada bersama-sama kita,” katanya.

Ronny juga menyampaikan apresiasi kepada para senior dan tokoh yang bersedia mengambil bagian dalam struktur organisasi.

Ia berharap setelah pelantikan dan deklarasi tersebut, struktur DPP PEMKRIS dapat semakin lengkap dan solid. Namun, kelengkapan struktur tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pekerjaan.

“Tanpa menunggu lengkap juga kita harus bisa bekerja. Sebenarnya sudah bekerja, cuma belum atas nama PEMKRIS,” tegasnya.

Bangun Suara Kenabian Melalui Media

Salah satu gagasan yang disampaikan Ronny adalah penguatan bidang hubungan masyarakat dan komunikasi publik.

Ia berharap PEMKRIS memiliki bidang khusus yang mampu menyampaikan gagasan organisasi melalui berbagai platform media, termasuk podcast dan media sosial.

Menurutnya, generasi muda Kristen memiliki banyak talenta yang dapat dirangkul untuk memberikan kontribusi dalam komunikasi publik.

“Kita bisa bentuk suara kenabian di sana. Humas ini bisa kita buat podcast melalui media sosial yang ada. Banyak talenta di generasi muda kita yang bisa kita rangkul untuk berkontribusi menyuarakan suara kenabian yang memberkati,” ujarnya.

Ronny menekankan bahwa suara yang disampaikan PEMKRIS harus bersifat konstruktif. Organisasi tidak boleh hadir untuk memperbesar konflik atau pertentangan, tetapi harus mampu mencari solusi.

“Kita tidak ikut di dalam pertentangan, justru kita berusaha mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi,” katanya.

Menurut dia, fungsi komunikasi publik PEMKRIS harus menjadi sarana untuk menyampaikan kebenaran, membangun masyarakat, sekaligus menghadirkan perspektif umat Kristen yang memberikan manfaat bagi kehidupan berbangsa.

Keterangan Foto: Ketua Dewan Pengawas DPP PEMKRIS Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. bersama para tokoh, pengurus, pembina, dan tamu undangan seusai acara Pelantikan dan Deklarasi DPP Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) di Jalan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Jaga, Kawal, dan Advokasi Kekristenan

Ronny berharap PEMKRIS dapat menjalankan tiga fungsi penting, yakni jaga, kawal, dan advokasi.

Fungsi tersebut diperlukan agar berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan umat Kristen dapat diperjuangkan secara tepat, sekaligus tetap berada dalam koridor hukum, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.

“Kita harus jaga, kawal, dan advokasi kekristenan itu betul-betul menjadi berkat bagi sesama kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjuangan PEMKRIS harus dilakukan dengan semangat kasih dan kebersamaan.

Kehadiran organisasi tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi umat Kristen, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi seluruh anak bangsa.

Kekristenan dan Pancasila

Dalam rangkaian sambutan lainnya, ditekankan pula pentingnya hubungan antara kehidupan kekristenan dan nilai-nilai Pancasila.

Pesan yang disampaikan adalah bahwa kehidupan umat Kristen di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kebangsaan. Pancasila menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, dan golongan.

Karena itu, umat Kristen didorong untuk tidak hanya berbicara mengenai kepentingan internal, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam membangun bangsa.

Semangat tersebut menjadi bagian dari visi PEMKRIS untuk mempertemukan para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang dalam sebuah wadah yang mengedepankan persatuan dan kontribusi nyata.

Senior dan Tokoh Nasional Didorong Bersinergi

Dalam acara tersebut juga disampaikan bahwa keberadaan para senior dan tokoh nasional memiliki arti penting bagi perjalanan PEMKRIS.

Sejumlah tokoh dengan pengalaman di bidang pemerintahan, politik, hukum, militer, kepolisian, pendidikan, gereja, dan kehidupan sosial diharapkan dapat memberikan arahan serta pemikiran strategis bagi organisasi.

Di antara tokoh yang disebut dalam jajaran dan rangkaian kegiatan tersebut terdapat sejumlah nama senior, antara lain Prof. Dr. Yasona H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., serta tokoh-tokoh lainnya yang memiliki pengalaman dan perhatian terhadap kehidupan umat Kristen dan bangsa Indonesia.

Kehadiran para tokoh tersebut dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun organisasi yang memiliki kapasitas dalam melakukan advokasi, komunikasi publik, serta memberikan gagasan terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Bukan Sekadar Struktur Organisasi

Pelantikan DPP PEMKRIS tidak hanya dimaknai sebagai pembentukan struktur organisasi, tetapi juga sebagai awal dari sebuah gerakan bersama.

Para pengurus diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelantikan, melainkan segera menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kekuatan PEMKRIS diharapkan terletak pada kemampuan mempertemukan berbagai potensi yang selama ini tersebar di berbagai organisasi, komunitas, gereja, lembaga pendidikan, dunia profesional, pemerintahan, politik, dan masyarakat.

Dengan demikian, PEMKRIS dapat menjadi rumah bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen yang ingin memberikan kontribusi bagi bangsa tanpa harus kehilangan identitas dan komitmen kebangsaannya.

Merangkul Generasi Muda

Generasi muda juga menjadi salah satu perhatian dalam arah perjuangan PEMKRIS.

Perubahan teknologi informasi dan perkembangan media sosial membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan serta berpartisipasi dalam kehidupan publik.

Karena itu, PEMKRIS didorong untuk tidak hanya menjadi organisasi yang diisi para tokoh senior, tetapi juga memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran.

Melalui podcast, media sosial, diskusi publik, pendidikan, advokasi, dan berbagai kegiatan sosial, generasi muda Kristen diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam menyuarakan pesan perdamaian, persatuan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dari Persatuan Menuju Kontribusi

Pelantikan dan deklarasi DPP PEMKRIS akhirnya menjadi momentum untuk mempertegas bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan.

Para tokoh yang hadir mengajak seluruh elemen umat Kristen untuk meninggalkan sekat-sekat kepentingan dan membangun kerja sama yang lebih luas.

PEMKRIS diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara para pemimpin dan tokoh Kristen sekaligus menjadi mitra konstruktif bagi berbagai elemen bangsa.

Dengan pengalaman para tokoh yang bergabung, dukungan generasi muda, serta semangat kebersamaan, organisasi ini diharapkan dapat menghadirkan program nyata dalam bidang sosial, hukum, pendidikan, komunikasi, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pelantikan dan deklarasi tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjuangan PEMKRIS untuk jaga, kawal, dan advokasi kekristenan, sembari terus memberikan kontribusi bagi kehidupan bangsa dan negara.

“Kita ingin menjadi satu kesatuan yang bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Tidak hanya warga Kristen, tetapi juga seluruh anak bangsa,” pesan Ronny.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan ungkapan syukur. Para pengurus, dewan pengawas, pembina, serta seluruh tokoh yang hadir menyatakan komitmen untuk bersama-sama membangun PEMKRIS sebagai organisasi yang terbuka, inklusif, konstruktif, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

Shalom. Tuhan memberkati PEMKRIS dan seluruh perjuangannya untuk jaga, kawal, dan advokasi demi kebaikan umat Kristen serta seluruh anak bangsa.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994