JAKARTA – Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Pimpinan Pusat Partai Kondorura, ST., M.Th., Direktur Nasional Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), dipercaya sebagai pelayan firman Tuhan.
Ibadah bulanan ini menjadi bagian dari kegiatan pembinaan spiritual sekaligus pelayanan sosial GEKIRA. Semangat tersebut diwujudkan melalui agenda Jumat Berbagi Kasih, yang menekankan pentingnya kepedulian dan berbagi kepada sesama.
Tema “Jadilah Berkat Bagi Sesama” mengingatkan bahwa kehidupan iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Melalui kegiatan tersebut, GEKIRA terus mendorong semangat “Bergerak Jadi Berkat”, dengan menggabungkan penguatan kehidupan rohani, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan keluarga besar GEKIRA sekaligus menghadirkan nilai-nilai kasih, kepedulian, dan pelayanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain ibadah, agenda Jumat Berbagi Kasih menjadi bagian penting dari kegiatan. Semangat berbagi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kantor Sekretariat PP GEKIRA sendiri menjadi pusat kegiatan organisasi yang membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Hal tersebut sejalan dengan slogan GEKIRA, “Bergerak Jadi Berkat.”
Melalui kegiatan rutin ini, GEKIRA diharapkan semakin mampu membangun kebersamaan, memperkuat nilai-nilai kasih, serta mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah berkat bagi sesama” tidak sekadar menjadi tema ibadah, tetapi juga menjadi pesan agar setiap langkah pelayanan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Firman Tuhan Disampaikan Pdt. Petrus Kondorura
Firman Tuhan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Pdt. Petrus Kondorura, ST., M.Th. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jemaat untuk memahami bahwa setiap orang yang dipercaya menjadi pemimpin maupun pelayan Tuhan hendaknya menjalankan tanggung jawab dengan setia selama kesempatan itu diberikan Tuhan.
Mengacu pada Matius 19:16-22 dan Efesus 2:10, Pdt. Petrus menekankan bahwa kehidupan orang percaya bukan hanya tentang menerima berkat, tetapi juga tentang menjadi berkat bagi sesama.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan kesempatan sekaligus kepercayaan dari Tuhan. Karena itu, ketika seseorang dipercaya memimpin sebuah lembaga atau menjalankan suatu pelayanan, tugas tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.
“Suatu saat orang lain boleh menggantikan saya. Tetapi jangan berharap bahwa orang yang menggantikan kita akan sama persis dengan kita. Tidak pernah sama,” demikian pesan Pdt. Petrus.
Menurutnya, setiap pemimpin memiliki karakter, pengalaman, kemampuan dan cara menjalankan kepemimpinan yang berbeda. Hal terpenting adalah bagaimana seseorang menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan pekerjaan baik dan membawa manfaat bagi banyak orang.
“Kepemimpinan bukan tentang mempertahankan jabatan selama-lamanya. Kepemimpinan adalah tentang kesetiaan menjalankan tugas selama Tuhan memberikan kesempatan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh jemaat agar tidak hanya berdoa meminta berkat, tetapi juga bersedia dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.
“Tuhan, pakailah hidup saya supaya saya menjadi berkat bagi orang lain.”
Doakan Bangsa dan Negara, Agar Indonesia Semakin Menjadi Berkat
Dalam doa penutupnya, Pdt. Petrus Kondorura, ST., M.Th., mengajak seluruh jemaat untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya setiap orang yang dipercaya memegang jabatan untuk benar-benar menghidupi dan menjalankan perannya dengan baik, sesuai dengan maksud dan kehendak Tuhan.
“Jabatan itu kuat bukan hanya karena kedudukannya, tetapi karena orang yang menjalankannya benar-benar menghidupi peran tersebut dan melaksanakannya dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi maksud Tuhan,” demikian pesan yang disampaikannya.
Dalam doanya, Pdt. Petrus memohon berkat Tuhan bagi bangsa Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh jajaran menteri dan penyelenggara pemerintahan.
Ia berdoa agar setiap langkah dan kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat membawa kebaikan, menyentuh kehidupan masyarakat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Pdt. Petrus juga mendoakan seluruh masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi tekanan dan berbagai persoalan kehidupan, termasuk masalah keluarga, ekonomi maupun pekerjaan.
“Tuhan, tolong mereka yang sedang mengalami tekanan dan banyak masalah. Bahkan pakai hidup kami menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya dalam doa.
Selain mendoakan bangsa dan negara, ia turut mendoakan seluruh peserta yang hadir beserta keluarga masing-masing, pekerjaan, usaha dan kehidupan mereka agar senantiasa diberkati Tuhan.
Ia juga mendoakan mereka yang sedang mengalami sakit agar memperoleh kesembuhan, serta mereka yang menghadapi persoalan ekonomi dan pekerjaan agar Tuhan membuka jalan dan memberikan pertolongan.
Doa kemudian ditutup dengan ungkapan iman bahwa setiap persoalan dapat dihadapi bersama pertolongan Tuhan.
“Karena kami percaya di dalam Engkau, Tuhan, kami pasti dapat menangani segala perkara.”
Doa ditutup dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Amin.



Tinggalkan Balasan