
JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih berada pada Level III atau Siaga. Meski demikian, aktivitas erupsi gunung api yang berada di wilayah Provinsi Lampung tersebut mulai menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi dua hari sebelumnya.
Pengamat Gunung Api Trampil di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Banten, Rio Boni, mengatakan sejumlah aktivitas kegempaan masih terekam pada periode pengamatan Minggu (6/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

“Untuk update terbaru itu, dari jam 12.00 malam hingga jam 6.00 pagi, untuk kegempaannya itu ada beberapa kali kegempaan,” kata Rio melalui sambungan telepon.
Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat 9 kali gempa fase banyak, 14 kali gempa no frequency, 2 kali gempa hembusan, 1 kali gempa letusan, dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.
Meski sejumlah aktivitas kegempaan masih terjadi, intensitas erupsi menunjukkan kecenderungan menurun. Dalam periode enam jam tersebut, hanya tercatat satu kali erupsi letusan dengan durasi sekitar 30 detik.
“Kalau untuk aktivitasnya saat ini masih level Siaga. Cuma untuk erupsinya itu sudah mulai ada penurunan. Untuk malam ini ada satu kali erupsi letusan,” ujar Rio.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan dua hari sebelumnya. Saat itu, erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan berlangsung secara menerus selama berjam-jam.
Selain berkurangnya aktivitas erupsi, suara gemuruh dan dentuman yang sebelumnya terdengar juga tidak lagi terpantau hingga Minggu pagi.
“Untuk gemuruh dan dentumannya untuk malam ini tidak ada lagi,” kata Rio.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Meski aktivitas erupsi mulai menurun, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta tidak menganggap penurunan aktivitas tersebut sebagai tanda bahwa kondisi telah sepenuhnya aman.

Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah.
Pembatasan tersebut tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu mengingat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Penurunan aktivitas erupsi menjadi perkembangan positif, namun status Siaga menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap menjadi hal utama. Masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda diharapkan mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak mendekati zona berbahaya.




Tinggalkan Balasan