Dari “Kesurupan” Arya Saloka hingga Perseteruan dengan Barasuara
JAKARTA, 9 September 2026 — Film layar lebar kedua persembahan Amadeus Sinemagna, GJLS: Berapi-Api, belum juga tayang di bioskop, tetapi drama di balik produksinya sudah lebih dulu mencuri perhatian.
Teaser trailer perdana film tersebut langsung memancing rasa penasaran publik. Selain menampilkan trio komika Rigen Rakelna, Rispo, dan Hifdzi Khoir, teaser juga mencatut sejumlah nama populer seperti Arya Saloka, Baim Wong, dan Chicco Jerikho.
Menariknya, kehadiran nama-nama besar tersebut justru menjadi bagian dari strategi promosi yang penuh kejutan. Alih-alih tampil secara konvensional, nama para bintang tersebut menjadi pemantik berbagai kejadian kocak yang mewarnai perjalanan promosi film.
Rigen “Kesurupan” Arya Saloka
Salah satu drama yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Rigen Rakelna mendadak berhalusinasi menjadi Arya Saloka.
Kejadian tersebut muncul dalam rangkaian promosi film Munafik: Melawan Iblis, ketika Rigen nekat hadir dalam agenda cinema visit. Tingkah Rigen yang disebut semakin menyerupai karakter Arya Saloka kemudian menjadi bahan candaan dalam kampanye promosi GJLS: Berapi-Api.
Arya Saloka, yang tengah mendalami karakter Ustadz Adam dalam film tersebut, kemudian ikut dalam momen yang dikemas secara jenaka sebagai prosesi “ruqyah” untuk mengembalikan Rigen ke identitas aslinya.
Drama tersebut kemudian menjadi salah satu materi promosi yang memperkuat karakter GJLS: Berapi-Api sebagai film yang tidak hanya mengandalkan cerita di layar, tetapi juga menghadirkan berbagai kejutan di luar layar.
Perseteruan Hifdzi dengan Barasuara
Belum selesai dengan drama “kesurupan”, persoalan lain muncul dari ranah musik.
Hifdzi Khoir sempat terlibat perdebatan dengan band Barasuara, yang dipercaya menggarap official soundtrack untuk film tersebut.
Persoalan bermula ketika vokalis Barasuara, Iga Massardi, hadir dalam podcast GJLS dan muncul kesepakatan untuk membuat lagu orisinal bagi film GJLS: Berapi-Api.
Namun, Hifdzi ternyata memiliki keinginan lain. Ia bersikeras agar lagu ciptaannya sendiri menjadi bagian utama soundtrack film.
Perdebatan yang kemudian berkembang di media sosial itu kembali dikemas sebagai bagian dari drama komedi khas GJLS.
Untuk menyelesaikan persoalan, Hifdzi bersama Rigen dan Rispo akhirnya mendatangi markas Barasuara untuk menyampaikan permintaan maaf.
Rekonsiliasi tersebut berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Mereka membawa “buket risol” sebagai simbol permintaan maaf.
Namun, buket tersebut nyaris tidak selamat lantaran Hifdzi disebut sempat tergoda untuk menyantapnya sendiri karena lapar.
GJLS Turun Langsung Jadi Petugas Damkar
Di balik berbagai drama promosi tersebut, GJLS: Berapi-Api tetap membawa cerita utama tentang tiga sahabat yang menjalani kehidupan sebagai petugas pemadam kebakaran.
Rigen, Rispo, dan Hifdzi akan berhadapan dengan berbagai situasi yang menguji keberanian sekaligus kekompakan mereka.
Film ini memadukan aksi, komedi, dan cerita yang lebih menyentuh dengan menghadirkan kehidupan para petugas pemadam kebakaran sebagai bagian penting dari narasi.
Kehadiran unsur profesi damkar juga menjadi warna baru bagi trio GJLS setelah sebelumnya sukses membawa karakter dan humor mereka ke layar lebar.
Dengan strategi promosi yang sejak awal sudah dipenuhi drama, GJLS: Berapi-Api tampaknya ingin membuktikan bahwa kegilaan mereka tidak hanya terjadi di dalam film.
Film produksi Amadeus Sinemagna tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.




Tinggalkan Balasan