DEPOK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menggelar kegiatan rohani Islam bertajuk “Doa Bersama untuk Negeri” di Masjid Baiturrahman Rutan Depok, Senin (14/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan penuh kekhusyukan. Doa bersama digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kedamaian, keselamatan, serta keteguhan bagi bangsa dan negara Indonesia.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan istighosah, tausiyah, hingga doa bersama yang dipimpin Ustadz Muhammad Martin.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agus Imam Taufik, mengatakan doa bersama menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi bangsa.
“Melalui doa dan ikhtiar bersama, kita berharap Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan, dan petunjuk agar Indonesia tetap teguh, damai, serta mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Agus.
Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan spiritualitas, tetapi juga bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Suasana religius semakin terasa ketika seluruh peserta menundukkan kepala dengan khidmat, memanjatkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat rahmat dan perlindungan Allah SWT.
Agus berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antara petugas dan warga binaan.
“Semoga Doa Bersama untuk Negeri ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap tanah air di lingkungan Rutan Kelas I Depok,” tutupnya.
Kegiatan Doa Bersama untuk Negeri tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya menyangkut aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritualitas. Dari balik tembok Rutan Depok, doa untuk Indonesia terus dipanjatkan, dengan harapan negeri ini senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Suwidodo/Red.



Tinggalkan Balasan