,

Lapas Cibinong Jamin Hak Hukum Tahanan, Sekaligus Dorong Ketahanan Pangan Lewat Peternakan

BOGORLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong atau yang dikenal sebagai Lapas Pondok Rajeg terus berupaya memenuhi hak-hak dasar tahanan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Foto: Layanan Konsultasi Hukum Gratis bagi tahanan di Pos Bantuan Hukum Lapas Kelas IIA Cibinong, bekerja sama dengan Posbakum Advokat Indonesia Cibinong. Kegiatan ini menjadi upaya memastikan tahanan memperoleh akses pendampingan dan pemahaman hukum secara layak dan setara.

Upaya tersebut diwujudkan melalui layanan Konsultasi Hukum Gratis yang bekerja sama dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Advokat Indonesia Cibinong.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Posbakum tersebut diikuti 10 tahanan dengan didampingi Kepala Subseksi Registrasi, staf Registrasi, serta tim advokat.

Melalui layanan ini, para tahanan mendapat kesempatan memperoleh pemahaman hukum secara langsung dari advokat profesional. Hal ini diharapkan membantu mereka mengakses keadilan secara layak dan setara.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan pemenuhan hak bantuan hukum merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada tahanan.

Kami menjunjung tinggi hak-hak dasar setiap Tahanan, termasuk hak memperoleh pendampingan hukum. Dengan kerja sama ini, kami memastikan setiap Tahanan mendapatkan akses yang adil, profesional, dan gratis,” ujar Wisnu.

Senada, Ketua Posbakum Advokat Indonesia Cibinong, Syahrul Ramadhan, menekankan pentingnya edukasi hukum bagi para tahanan.

“Banyak Tahanan yang bingung harus bertanya ke mana atau bagaimana membela diri. Kami hadir untuk menjembatani itu. Semua orang, tanpa memandang status, berhak atas pendampingan hukum yang layak,” jelasnya.

Dalam konsultasi yang berlangsung interaktif, para tahanan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari proses peradilan pidana, hak selama masa tahanan, hingga mekanisme memperoleh bantuan hukum secara resmi.

Salah satu peserta, AY, mengaku merasa lebih tenang setelah memperoleh penjelasan dari tim advokat.

“Banyak hal yang sebelumnya membingungkan kini menjadi lebih jelas. Terima kasih kepada pihak Lapas dan Posbakum yang peduli dengan kami,” tuturnya.

Dorong Ketahanan Pangan

Selain memastikan akses bantuan hukum, Lapas Kelas IIA Cibinong juga terus mendorong program pembinaan kemandirian warga binaan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Salah satunya melalui program peternakan kambing dan domba di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cibinong.

Program tersebut kini memasuki tahap pemeriksaan kesehatan hewan. Sebanyak 29 ekor kambing dan domba hasil pembinaan warga binaan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Medic Veteriner UPTD Puskeswan Wilayah I Kabupaten Bogor, drh. Jasmine Setiawati Agus Imam, Rabu (12/8/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat, terawat dan memiliki kualitas yang baik.

Pemeriksaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perawatan rutin, tetapi juga menunjukkan keseriusan Lapas Cibinong dalam mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam pemeriksaan itu, drh. Jasmine Setiawati Agus Imam mengecek kondisi fisik domba serta kesehatan dan kondisi umum ternak.

Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cibinong, Tunggaratu Dewi Wardhani, mengatakan kegiatan peternakan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Kegiatan peternakan ini bukan hanya tentang memelihara hewan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, dan memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak ini menjadi bagian penting untuk memastikan ternak yang kami bina tetap sehat dan berkembang dengan baik,” ujar Ratu.

Satu per satu kondisi ternak diperiksa, mulai dari kesehatan fisik, asupan makanan, pemberian vitamin hingga kebersihan kandang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kambing dan domba dapat tumbuh dengan baik dan terawat.

Sementara itu, drh. Jasmine Setiawati Agus Imam mengapresiasi upaya Lapas Cibinong dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak.

“Pemeriksaan kesehatan hewan sangat penting dilakukan secara berkala. Dengan pemeriksaan ini, kita dapat mengetahui kondisi ternak sejak dini dan melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan. Dari pemeriksaan, kondisi umum 29 ekor hewan ternak tersebut menjadi perhatian utama agar pertumbuhan dan pemeliharaannya dapat berjalan secara optimal,” ungkap drh. Jasmine.

Program peternakan kambing dan domba tersebut menjadi salah satu wujud dukungan Lapas Cibinong terhadap program ketahanan pangan dengan mengoptimalkan potensi pembinaan di dalam Lapas melalui kegiatan peternakan yang terarah, produktif dan berkelanjutan.

Selain mendukung ketahanan pangan, program tersebut juga diharapkan memiliki nilai ekonomi serta menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui pembinaan berkelanjutan dan pendampingan tenaga profesional, Lapas Kelas IIA Cibinong berkomitmen terus mengembangkan potensi warga binaan agar menjadi individu yang lebih mandiri, produktif dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Lapas Cibinong menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berbicara soal kemandirian, tetapi juga memastikan hak-hak dasar tahanan tetap terpenuhi. Melalui akses bantuan hukum dan program pembinaan produktif, diharapkan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperoleh keadilan, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Suwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994