JAKARTA — Acara Pelantikan dan Deklarasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) digelar Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, di Jl. Kwini, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Pelantikan dan deklarasi tersebut menjadi momentum berkumpulnya sejumlah pemimpin, tokoh agama, tokoh masyarakat, purnawirawan TNI-Polri, politisi, akademisi, pendeta, serta berbagai elemen umat Kristen untuk memperkuat persatuan dan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Salah satu tokoh senior yang hadir dan memberikan sambutan adalah Dr. Drs. Theo Leo Sambuaga, MIPP. Tokoh senior Partai Golkar tersebut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya PEMKRIS dan kesediaannya untuk turut berpartisipasi bersama seluruh jajaran organisasi.
Dalam sambutannya, Theo Sambuaga mengaku dirinya baru mengetahui keberadaan PEMKRIS setelah menerima undangan resmi pelantikan. Namun, setelah melihat susunan kepengurusan dan nama-nama tokoh yang terlibat, ia menilai organisasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi wadah persatuan dan pengabdian.
“Terima kasih atas undangan yang diberikan kepada saya. Sejujurnya, sebelum menerima undangan ini saya belum banyak mengetahui mengenai PEMKRIS. Tetapi setelah melihat nama-nama yang ada di dalamnya, saya melihat banyak tokoh senior dan sahabat yang selama ini saya kenal,” ujar Theo.
Berorganisasi Sejak Muda
Theo yang lahir di Manado, 6 Juni 1949, mengungkapkan perjalanan panjangnya dalam organisasi telah dimulai sejak usia sekolah.
Sejak SMP, ia telah aktif dalam Pramuka. Ketika SMA, ia aktif dalam organisasi siswa dan pernah dipercaya menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya.
Menurutnya, sepanjang perjalanan tersebut dirinya tidak banyak terlibat secara formal dalam organisasi Kristen. Namun, kehidupan bergereja tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Ia mengenang perjalanan sejak menjadi jemaat hingga aktif dalam berbagai kegiatan gereja. Di Jakarta, ia juga tetap aktif dalam kehidupan gereja dan menyebut dirinya telah lama menjadi bagian dari jemaat GPIB Paulus.
Di luar lingkungan gereja, perjalanan organisasinya berkembang melalui KNPI, AMPI, Partai Golkar hingga kemudian menjadi anggota DPR RI dan MPR RI.
Theo tercatat pernah menjadi anggota DPR RI/MPR RI dalam beberapa periode, antara lain 1982–1998 dan 2004–2009. Ia juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, serta Ketua Fraksi Karya Pembangunan Golkar di DPR RI.
Karier politiknya kemudian berlanjut ke pemerintahan. Theo pernah dipercaya sebagai Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan VII pada 1998, kemudian menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman pada Kabinet Reformasi Pembangunan periode 1998–1999.
Selain politik dan pemerintahan, Theo juga aktif dalam dunia usaha dan institusi media, termasuk pernah berkiprah di Lippo Group dan menjadi Ketua Dewan Redaksi BeritaSatu Media Holdings.

Kekristenan Harus Menjadi Kesaksian
Dalam sambutannya, Theo menekankan bahwa pengalaman panjang dalam organisasi politik dan pemerintahan membuatnya melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai kekristenan dapat hadir di tengah kehidupan kebangsaan.
Menurut dia, umat Kristen tidak harus selalu menyampaikan identitas kekristenan secara verbal dalam setiap ruang, tetapi harus menghadirkannya melalui sikap, integritas, kasih, tanggung jawab, dan cara menyelesaikan berbagai perbedaan.
“Saya menyaksikan betapa besar dan mulianya kesaksian saudara-saudara kita yang selalu berada di mana saja. Dalam organisasi politik pun, yang tentu banyak perbedaan pendapat, suara dan kesaksian kekristenan kita selalu ada,” katanya.
Ia menilai perbedaan dalam organisasi maupun politik merupakan sesuatu yang wajar. Yang terpenting, kata dia, perbedaan tersebut harus diselesaikan dengan baik dan tidak menghilangkan semangat persaudaraan.
Theo juga mengajak seluruh elemen PEMKRIS untuk tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi mampu menghadirkan karya nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Kita hidup di tengah bangsa yang sangat majemuk. Karena itu, kesaksian kita bukan hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui tindakan,” tegasnya.
Bersama Sesuai Fungsi Masing-Masing
Theo menyatakan siap berpartisipasi bersama seluruh jajaran PEMKRIS sesuai dengan fungsi dan kapasitas masing-masing.
Ia menyebut keberadaan tokoh-tokoh dengan berbagai latar belakang di dalam PEMKRIS merupakan kekuatan yang harus dipelihara.
“Siapa pun kita—apakah sebagai pejabat pemerintah, mantan pejabat pemerintah, purnawirawan TNI dan Polri, pendeta, wartawan, tokoh masyarakat maupun mereka yang sudah emeritus—kita semua mempunyai satu tugas yang sama,” ujarnya.
Menurut Theo, tugas tersebut adalah menjadi saksi hidup dari kemuliaan Tuhan melalui pekerjaan, pelayanan, pengabdian, dan kontribusi kepada masyarakat.
“Kita harus selalu siap menjadi saksi hidup dari kemuliaan Tuhan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang selama ini dikenalnya dan tetap aktif dalam pelayanan meskipun telah memasuki masa emeritus. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa usia dan status tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkontribusi.
PEMKRIS Didorong Jadi Wadah Persatuan
Theo berharap PEMKRIS dapat menjadi wadah yang memperkuat persatuan pemimpin dan tokoh Kristen sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.
Ia menegaskan, organisasi tersebut hendaknya tidak dipandang sebagai wadah untuk memisahkan diri dari elemen bangsa lainnya, melainkan sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan memberikan kontribusi positif.
“Mari kita jadikan PEMKRIS sebagai wadah yang menghadirkan kesejukan, persatuan, integritas, dan kontribusi nyata. Jangan hanya menjadi organisasi yang besar dalam struktur, tetapi juga besar dalam karya dan manfaat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Theo menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPP PEMKRIS yang dilantik.
Ia berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan hikmat, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
“Semoga Tuhan senantiasa memberkati PEMKRIS, memberkati seluruh pengurus, Dewan Pengawas, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, serta seluruh keluarga besar PEMKRIS,” pungkasnya.
Pelantikan dan deklarasi DPP PEMKRIS tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi para pemimpin dan tokoh Kristen dalam membangun persaudaraan, menjaga kebinekaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suwidodo




Tinggalkan Balasan