
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang membangun kerja sama dengan Yayasan Penyu Papua (YPP) untuk melindungi penyu dan pelestarian habitatnya di kawasan konservasi Raja Ampat dan Waigeo Barat. Kesepakatan kerja sama dalam bentuk Perjanjian Kemitraan ini ditandatangani di Kantor YPP di Raja Ampat. Demikian siaran pers Humas KKP di Jakarta, Senin (21/7).
Kerja sama ini mencakup berbagai kegiatan konservasi bersama, mulai dari pemantauan populasi penyu dan habitatnya, perlindungan ekosistem laut, hingga peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian spesies ini. Kegiatan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian integral dari kemitraan ini.
Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dan Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat dan laut sekitarnya dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Sehingga tujuan utama dari kemitraan ini adalah memperkuat perlindungan populasi penyu dan habitat alaminya yang semakin terancam oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Usai penandatanganan, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan A Koswara mengatakan bahwa KKP memang mendorong kerja sama kemitraan dengan masyarakat dalam pengelolaan laut yang sehat dan produktif. “Model kemitraan ini menjadi salah satu pendekatan yang kami dorong untuk memperkuat konservasi berbasis wilayah, dengan prinsip kolaborasi dan keberlanjutan. Ini sejalan dengan visi pengelolaan laut yang sehat dan produktif,” katanya.
Senada dengan itu, Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi nasional pelestarian spesies terancam punah. “Penyu merupakan spesies kunci dalam ekosistem laut. Kemitraan ini sangat penting untuk memastikan langkah konservasi kita berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan masyarakat sebagai garda depan pelestarian,” ujar dia.
Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menyampaikan bahwa kemitraan dengan organisasi lokal seperti YPP sangat penting dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif. “Walau penyu belum menjadi target utama konservasi kami, upaya ini penting sebagai langkah awal untuk mendapatkan data valid tentang populasi dan genetika penyu. Ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan mitra pendukung seperti Blue Abadi Fund,” ujarnya.
Ferdiel Ballamu, Ketua YPP, menyebut kolaborasi ini merupakan bentuk pengakuan atas upaya YPP dalam pelestarian penyu selama ini. Pihaknya berharap program ini tidak hanya berkontribusi pada konservasi penyu, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat melalui pendidikan lingkungan hidup dan pemberdayaan lokal.
Perjanjian ini akan berlangsung selama tiga tahun dan akan diperpanjang sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala. Kegiatan monitoring dan evaluasi dirancang dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun, dengan evaluasi triwulanan oleh BKKPN Kupang untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas program.
Penulis: Donny bsg
Editor: Pinancius Limbong





Tinggalkan Balasan