,

Wakapolres Tangerang Kota Turun Langsung ke Polsek: Pelayanan Jangan Cuma Jadi Slogan

TANGERANG KOTA – Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si., turun langsung ke jajaran Polsek Tangerang Kota, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan kerja perdana tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Wakapolres memilih melihat langsung kondisi pelayanan, kesiapan personel hingga berbagai persoalan yang dihadapi anggota di lapangan.

Didampingi jajaran Seksi Humas Polres Metro Tangerang Kota dan staf terkait, AKBP Fiki disambut Kapolsek Tangerang Kota bersama para pejabat, perwira dan seluruh personel.

Wakapolres kemudian meninjau sejumlah fasilitas, mulai ruang pelayanan masyarakat, ruang pelaporan, ruang tahanan, pos pengamanan hingga ruang operasional.

Di sejumlah titik, ia berdialog langsung dengan personel. Persoalan alur pelayanan, kendala penanganan perkara, kebutuhan sarana-prasarana hingga dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi perhatian.

Bukan Sekadar Laporan di Atas Meja

Cara turun langsung ke lapangan menjadi pesan tegas bahwa evaluasi tidak cukup hanya mengandalkan laporan tertulis.

Sebab, persoalan pelayanan kepolisian justru paling mudah terlihat ketika masyarakat berhadapan langsung dengan petugas di tingkat Polsek.

“Polsek adalah titik terdekat masyarakat dengan kepolisian. Di sinilah warga pertama kali datang saat menghadapi ancaman keamanan, membutuhkan perlindungan, melaporkan suatu peristiwa, atau mencari kejelasan informasi,” ujar AKBP Fiki.

Menurutnya, pengalaman masyarakat ketika datang ke Polsek akan ikut menentukan bagaimana mereka memandang institusi kepolisian secara keseluruhan.

Karena itu, setiap detail pelayanan harus diperhatikan.

“Tidak ada detail pelayanan yang terlalu kecil untuk diperhatikan,” tegasnya.

Pelayanan Prima Jangan Berhenti di Papan Pengumuman

Dalam arahannya kepada jajaran, Wakapolres menekankan tiga hal utama: pelayanan prima, sinergitas serta disiplin dan integritas.

Pelayanan prima, kata dia, harus diwujudkan melalui sikap ramah, sopan, adil, transparan dan profesional.

Setiap warga harus mendapatkan pelayanan sesuai aturan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Setiap laporan harus dicatat dengan teliti, setiap keluhan harus didengarkan dengan sabar, setiap informasi yang menjadi hak masyarakat harus disampaikan dengan jelas dan jujur,” katanya.

Ia mengingatkan, pelayanan prima bukan sekadar tulisan yang terpampang di ruang pelayanan atau slogan dalam kegiatan kedinasan.

Pelayanan harus terlihat dalam sikap petugas, cara menjawab pertanyaan warga dan bagaimana polisi menangani setiap laporan.

Keamanan Tak Bisa Dikerjakan Polisi Sendiri

Wakapolres juga menyoroti pentingnya sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat.

Kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga unsur lingkungan.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Semakin erat kita bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, semakin cepat kita mendeteksi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas tidak boleh hanya muncul ketika terjadi persoalan. Kerja sama harus menjadi budaya dalam menjaga keamanan wilayah.

Disiplin dan Integritas Harga Mati

Hal lain yang menjadi perhatian adalah disiplin dan integritas personel.

AKBP Fiki mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset penting yang tidak boleh dirusak oleh tindakan oknum yang menyimpang.

“Integritas adalah harga mati dalam profesi kita. Setiap langkah yang kita ambil, setiap keputusan yang kita buat, harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, secara kedinasan, dan di hadapan hati nurani serta masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta anggota tidak menyalahgunakan kewenangan dan selalu berpegang pada aturan serta kode etik profesi.

“Disiplin adalah perisai kita, integritas adalah jiwa kita,” sambungnya.

Kunjungan Jadi Bahan Evaluasi

Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan internal. Jajaran Polsek Tangerang Kota memaparkan kondisi Kamtibmas, peta kriminalitas, upaya pencegahan, penanganan perkara prioritas serta program yang sedang dan akan dijalankan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi terbuka antara pimpinan dan personel.

Kapolsek Tangerang Kota menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung Wakapolres memberikan motivasi sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menjaga disiplin dan integritas,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan foto bersama.

Namun pesan utamanya jauh lebih besar dari sekadar dokumentasi. Bagi jajaran Polsek Tangerang Kota, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa arahan pimpinan benar-benar berubah menjadi pelayanan yang cepat, humanis, transparan dan bisa dirasakan masyarakat.

Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun dari banyaknya kegiatan, tetapi dari bagaimana polisi hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Pos tanpa judul 4994
  • Pos tanpa judul 3815
https://www.youtube.com/watch?v=cGKcLVakw_c&t=59s
  • Pos tanpa judul 4994